Proyek Jembatan Klampok Dikebut Tuntas Tahun Ini

Pengerjaan proyek jembatan dan jalan alternatif Klampok di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, terus dikebut. Maklum saja, megaproyek dinas pekerjaan umum bina marga tersebut ditargetkan tuntas tahun ini.

KEPANJEN – Pengerjaan proyek jembatan dan jalan alternatif Klampok di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, terus dikebut. Maklum saja, megaproyek dinas pekerjaan umum bina marga tersebut ditargetkan tuntas tahun ini.

Dari pantauan di lapangan kemarin (13/2), tiang penyangga utama jembatan yang bakal menggantikan jembatan lama sudah berdiri kokoh. Oleh dinas PU bina marga, pengerjaan jembatan dan jalan alternatif menuju kawasan pesisir Malang Selatan tersebut sudah bisa dioperasikan tahun ini juga.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyatakan, selain melakukan perawatan untuk infrastruktur jalan, pengerjaan Jembatan Klampok juga menjadi prioritas pekerjaan mereka. Jika 2017 lalu pengerjaan fisik kedua proyek ini telah menghabiskan dana dari APBD sebesar Rp 10,3 miliar, tahun ini kembali digelontorkan anggaran Rp 14 miliar.

Pembangunan jalan alternatif dan jembatan di kawasan Jalan Raya Bantur tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang ada cukup ekstrem dan sulit untuk dilewati kendaraan jenis tertentu. ”Jalur yang sudah ada hanya bisa melayani kebutuhan akses lokal,” ujar Romdhoni. Sementara kendaraan besar seperti bus dan mobil angkutan besar lainnya relatif kesulitan untuk melintas di kawasan tersebut. Padahal, jalur yang terletak pada koridor tengah ini merupakan salah satu pintu utama yang bisa digunakan untuk menjangkau pesisir Kabupaten Malang.

Standar lebar jalan yang belum merata juga menjadi dasar bagi dinas PU bina marga untuk membuka akses alternatif. ”Kalau yang standar minimal lebarnya 7 meter, kalau sekarang kondisinya ada yang masih belum memenuhi standar,” jelas mantan kepala dinas cipta karya tersebut.

Pewarta : Farikh Fajarwati
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Bayu Eka