Property Award, Jurus Tangkal Pengembang Abal-Abal

Semakin banyak peluang, semakin banyak pula orang-orang tak bertanggung jawab yang memanfaatkannya. Kondisi itu dirasakan betul oleh kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM. ”Di kabupaten, banyak sekali pengembang abal-abal. Asosiasi sendiri tidak bisa mengatasi,” kata dia.

Mereka tidak hanya bergerak di bawah tanah (underground). Tapi juga terang-terangan. Menjaring calon user di tempat terbuka, salah satunya pameran. Tak sedikit pula yang memanfaatkan dunia maya. Memasarkan kaveling tanpa izin di pasar online. ”Saya banyak menemui hal-hal seperti ini.

Padahal aturannya, pasang umbul-umbul saja harus berizin,” ujarnya. ”Kami pun membuat perketatan site plan. Banyak yang protes, tidak apa-apa. Karena saya lebih suka ribet di depan ketimbang muncul masalah di belakang,” tegas mantan camat Tajinan itu.

Hingga akhirnya, tercetuslah ide menggelar Property Award. Menggandeng media Jawa Pos Radar Malang-Radar Kanjuruhan, penghargaan kepada kalangan pengembang tersebut digelar kali pertama tahun lalu (2018). Ketika itu, tema besar yang diangkat adalah pengembang terbaik.

Terutama dari sisi legalitas (perizinan). Ajang yang sama dihelat tahun ini. Hanya saja, ruang lingkupnya berbeda, yakni mengangkat tema Perumahan Ramah Lingkungan. ”Dengan tema itu, kami tidak hanya melihat kesesuaian syarat perizinan saja. Melainkan penyajian lingkungan yang nyaman dan aman bagi para user-nya pula,” terang Wahyu.

Mantan kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang ini membeberkan, setidaknya ada lima poin penilaian dalam Property Award 2019. Yaitu kesesuaian syarat perizinan dengan kondisi lapangan, fasilitas penunjang, akses dan desain, kenyamanan, serta keberadaan ruang terbuka hijau (RTH).

Detailnya, dijabarkan dalam 12 subpoin penilaian. ”Agar lebih transparan, penilaian dilakukan oleh juri independen. Selain pendampingan oleh dinas, ada kalangan akademisi dan media,” kata pejabat yang pernah menimba ilmu tentang perumahan di Belanda itu.

Lebih lanjut, dengan adanya Property Award ini, Wahyu berharap tidak hanya mengedukasi para user dan pengembang. Termasuk kepada perbankan sebagai penyalur pembiayaan kredit rumah. ”Rumah adalah tempatnya membangun karakter pemimpin. Kalau sejak awal memilih saja tidak benar, bagaimana bisa membentuk keluarga yang baik,” tandasnya.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Nenny Fitrin