Promosi Wisata Lewat Media Sosial

Promosi Wisata Lewat Media Sosial

”Saya di bawah Yayasan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) yang ber-home base di Bali. Meski sudah dinobatkan, tetapi sampai sekarang belum ada penugasan. Jadi saya lebih memilih memikirkan kuliah dulu di Jogja,” kata Indira yang pernah menyandang Mbak Klaten 2016 ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Cara promosi paling ampuh, yakni lewat media sosial. Dirinya pernah menerapkannya saat mengunggah fotonya di Omah Trasan, Kecamatan Juwiring. Setelah itu, Omah Trasan jadi viral dan banyak dikunjungi wisatawan.

”Terkadang saya unggah video berdurasi 1 menit. Saya rasa cara itu paling ampuh dan gampang untuk memperkenalkan objek wisata di Klaten ke masyarakat,” jelas gadis kelahiran 9 Mei 1997 ini.

Gadis peraih gelar Mbak Jateng 2017 ini juga sedang merancang kegiatan kreatif guna mengenalkan sapta pesona. Contohnya dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan menggambar dan mewarnai di lokasi objek wisata setempat. Hal ini dilakukan guna mengungah kesadaran masyarakat dalam berperilaku berwisata sesuai yang terkandung dalam sapta pesona.

”Selama berkeliling dan bertemu masyarakat secara luas, pengetahuan pariwisata terhadap Klaten masih minim. Mereka tahunya hanya Umbul Ponggok saja. Padahal kita punya objek wisata alam lainnya yang menarik seperti Deles Indah,” beber mahasiswi semester 6 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja ini.



Kedepannya karena akan disibukan dengan kegiatan promosi pariwisata di Indonesia, dirinya akan pintar-pintar membagi waktu dengan kuliahnya. Ia menginginkan pada hari biasa dapat fokus untuk menyelesaikan kuliahnya. Sedangkan di akhir pekan akan mengemban tugas sebagai Duta Wisata Indonesia 2017.

(rs/ren/bay/JPR)