Program Profesi Insinyur di UMM Makin Diminati

MALANG KOTA – Banyaknya kebutuhan tenaga insinyur di Indonesia turut disambut Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka kini resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) wilayah Jawa Timur. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan percepatan program studi program profesi insinyur (PS PPI) bagi pengurus dan anggota Inkindo Jatim. Dari informasi yang dihimpun koran ini, wacana kerja sama itu sudah digagas dan dirancang sejak Desember 2019 lalu.

Setelah diteken, kemarin (20/1) anggota Inkindo Jatim bersilaturahmi ke UMM. Mereka diterima langsung Rektor UMM Dr Fauzan MPd. ”Kerja sama ini menunjukkan bahwa Inkindo Jawa Timur dan UMM ingin berkontribusi dalam menghasilkan SDM yang berpengetahuan andal di bidang keinsinyuran,” terang Ketua PS PPI Fakultas Teknik  UMM Annisa Kesy Garsidek.

Annisa juga menuturkan UMM termasuk salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan mandat untuk menyelenggarakan PS PPI tersebut. UMM mendapatkan izin pembukaan program studi itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor 200/KPT/I/2017 tertanggal 27 Maret 2017. ”Pada akhirnya kerja sama ini dapat terlaksana, alhamdulillah,” imbuh Annisa.

Dia menambahkan bila jalinan tersebut sesuai dengan amanat sejumlah Undang-Undang (UU). Seperti UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Berdasarkan Pasal 10 dan 11 Undang-Undang No 11 Tahun 2014 tentang Keinsiyuran, maka setiap orang yang akan melakukan Praktik Keinsiyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). ”Pasca ada kesepakatan ini, kami langsung action. Ada 40 lebih yang daftar profesi insinyur semester ini,” tutup Annisa. 

Pewarta : Errica
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya