Program Bedah Rumah Berinovasi

TIRTOYUDO – Jika sebelumnya program bedah rumah hanya dilakukan Pemkab Malang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), kini fokusnya mulai berkembang.

Sejumlah inovasi turut disajikan pemkab dalam program rutin tersebut. Seperti tersaji Senin lalu (19/8), saat 8 RTLH di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, resmi dibangun Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

Berbeda dengan agenda sebelum-sebelumnya, bedah rumah di kawasan Pantai Wedi Awu itu dilakukan dengan mengusung konsep homestay. ”Untuk ini (homestay) memang baru di Wedi Awu karena kaitannya dengan pengembangan pariwisata yang ada di sini (Pantai Wedi Awu),” kata Kepala Bidang Perumahan DPKPCK Imam Suyono.

Ditemui di Pantai Wedi Awu, dia menuturkan bila program itu rencananya juga akan dilaksanakan di beberapa kawasan yang menjadi penyangga pariwisata.

Seperti di kawasan sekitar Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Seperti di sekitar Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Khusus untuk bantuan peningkatan rumah tinggal menjadi homestay, pemkab juga melengkapinya dengan fasilitas tambahan.



Seperti jamban dan air bersih. Secara keseluruhan, Imam menuturkan bahwa anggaran program bedah rumah telah teralokasikan sebesar Rp 5 miliar untuk tahun ini.

Dana tersebut dianggarkan untuk meningkatan kualitas bangunan maupun pembangunan 1.000 unit RTLH. Data DPKPCK mencatat, sampai Agustus tahun ini jumlah bedah rumah yang telah dilaksanakan sebanyak 300 unit. Artinya, masih cukup banyak sisa program bedah rumah yang harus dituntaskan.

”Upaya percepatan sebenarnya sudah kami lakukan, tapi karena kebanyakan objeknya ada di desa, jadi kendalanya sama dari tahun ke tahun. Yakni, masyarakat desa biasanya harus menunggu hari dan bulan yang baik untuk membangun rumah,” jelas Imam.

Terpisah, Plt Bupati Malang H.M. Sanusi mengaku bila program bedah rumah untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata akan menjadi salah satu prioritas mereka. ”Kalau mau bangun pariwisata yang kali pertama harus disiapkan adalah masyarakatnya, salah satunya lewat bedah rumah ini,” kata Sanusi.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bila sejauh ini upaya promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang dengan menggandeng akademisi, investor, maupun pihak swasta sudah cukup baik.

Sisanya, pemkab juga harus menyambut kedatangan mereka dengan menyediakan fasilitas penunjang maupun kemudahan dalam hal perizinan. ”Di dalamnya termasuk dari segi aksesibilitas dan penginapan,” bebernya.

Sanusi menekankan, tujuan utama pembangunan pariwisata harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. ”Kami tidak akan menghalang-halangi jika ada investor yang mau masuk, tapi perekonomian warga juga jangan sampai terlupakan,” tutupnya.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya