Produktivitas Terburuk dalam 5 Tahun

MALANG KOTA – Hingga laga melawan Persib Bandung pada Sabtu lalu (12/8), Arema FC menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol paling minim di Liga 1. Bahkan, jumlah gol itu tak lebih baik ketimbang tiga tim penghuni zona degradasi.

Seperti diketahui, Arema FC yang saat ini menduduki peringkat delapan, baru mencetak 16 gol dalam 19 penampilannya di Liga 1. Jumlah gol itu membuat Arema FC sejajar dengan Persiba Balikpapan (peringkat 17) dan Persegres Gresik (peringkat 18). Arema FC hanya lebih baik dari Perseru Serui (peringkat 16) yang baru mencetak 13 gol.

Bahkan, dalam lima laga terakhir, Arema FC hanya mencetak satu gol. Yakni, lewat Cristian Gonzales, saat Arema FC takluk 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara FC di Stadion Patriot Bekasi, 4 Agustus lalu.

Bagi tim besar seperti Arema FC, hanya mencetak satu gol dalam lima pertandingan jelas bukan hal yang bagus. Bahkan, bagi Arema FC sendiri, ini menjadi yang terburuk dalam lima tahun terakhir. Atau sejak Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Arema FC? Bila melihat laga lawan Persib pada Sabtu malam lalu (12/8), Arema FC sebenarnya memiliki sejumlah peluang bagus. Tim berjuluk Singo Edan itu melepaskan 10 tembakan, 5 di antaranya mengarah ke gawang Persib. Sayang, performa gemilang Muhammad Natsir, kiper Persib, membuat tak satu pun peluang itu berhasil menjadi gol.

Pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo mengaku sudah melakukan evaluasi terkait seretnya produktivitas gol anak asuhnya. ”Saya tidak mau menyampaikan. Namun, ini tugas saya untuk mengembalikan naluri gol mereka,” ujar Gethuk yang baru dua laga ini menjadi pelatih kepala Arema FC di Liga 1.

Sebagai pelatih yang punya background sebagai striker semasa menjadi pemain, Gethuk seharusnya punya cara untuk mengembalikan produktivitas Cristian Gonzales dkk. Seperti apa hasil polesan Gethuk itu seharusnya bisa terlihat saat Arema FC menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan Jumat (18/8).

Di atas kertas, Arema FC seharusnya tak sulit mencetak gol ke gawang Persiba. Sebab, Beruang Madu–julukan Persiba Balikpapan– menjadi salah satu tim dengan rekor kebobolan terburuk di Liga 1.

Gawang Persiba Balikpapan sudah bobol 32 gol dalam 19 pertandingan. Di Liga 1, Persiba Balikpapan tak pernah mengakhiri laga tanpa clean sheet (tak kebobolan). Bahkan, tim yang baru saja ditinggal pelatih kepala Milomir Seslija itu kebobolan delapan gol dalam lima pertandingan terakhir. Mampukah Arema FC menjadikan Persiba Balikpapan sebagai lumbung gol?

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar