Produktivitas Sayur Kol Terhambat Hama Kaper

SUMBEREJO – Jelang musim hujan, petani sayur kol harus siap-siap menghadapi serangan hama kaper. Karena hama ini sering ”meneror” tanaman di musim hujan.

Sehingga, petani harus mengeluarkan uang ekstra untuk melakukan perawatan tanaman. Bahkan, petani bisa sampai 2–3 kali melakukan penyemprotan hama tiap minggunya. Padahal, pada hari biasa hanya butuh sekali penyemprotan dalam seminggu.

Perlu diketahui, hama kaper merupakan hama berupa sejenis kupu-kupu kecil. ”Kalau musim hujan harus lebih sering dilakukan penyemprotan hama.

Karena serangan hama kaper,” kata Supriyanto, salah satu petani sayur kol di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, kemarin.

Menurut dia, permintaan pasar jenis sayur ini masih relatif bagus di pasaran. Karena sayur jenis ini relatif diminati masyarakat di Pulau Jawa. ”Kalau permintaan masih relatif stabil. Ini jadi sayur pokok di Pulau Jawa,” terangnya.

Hanya saja, masih kata dia, hama kaper tersebut membuat kuantitas hasil panen relatif menurun. Karena produktivitas tanaman juga tidak maksimal.

”Mudah-mudahan harganya masih stabil. Di pasaran sekitar Rp 7 ribu per kilogramnya,” ungkap dia.

Pewarta : Ulfa Afrian
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin