Produksi Garam Tahun 2017 Melebihi Target Sinergi Jawa Pos

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Heru Tjahjono mengatakan, produksi garam pada tahun ini sudah memenuhi target. Data yang disebutkannyam dari target 1,1 juta ton yang dicanangkan, terealisasi 1,156 juta ton. 

“Tentunya (tahun lalu) memang berhubungan dengan musim, oleh karena itu kita tidak bisa menyalahkan musim. Target tahun ini terpenuhi. Kita pakai teknologi, seperti rumah garam,” ujar Heru, Senin (1/1).

Perlu diketahui, produksi garam pada tahun 2016 di Jatim jauh dari target. Pada 2016 lalu produksi garam di Jatim hanya 98 ribu ton. Jumlah tersebut jauh dari target, yang rata-rata berhasil di produksi setiap tahunnya mencapai 1 juta ton lebih. Akibatnya, kelangkaaan garam yang merembet dengan melonjaknya harga garam. Pemerintah pun lantas melakukan impor garam untuk memenuhi kebutuhan, baik garam konsumsi maupun industri. Guna mengatasi kelangkaan dan melonjaknya garam, 27.500 ton garam Australia mulai masuk ke Jatim.

“Kita coba naikkan 10-20 persen di tahun depan. Kami menargetkan pada tahun 2018, produksi garam ada peningkatan, yaitu sejumlah 1,1 94 juta ton. Termasuk juga kualitas garam bisa meningkat 50 persen,” jelasnya. 

Hingga saat ini, lanjutnya, pemenuhan garam industri di Jatim masih 30 persen. Untuk memenuhi tersebut, Heru memastikan terus menggenjot sosialisasi terhadap petani garam agar menggunakan teknologi, salah satunya melalui rumah garam. “Termasuk memberikan SOP (standard operasional prosedur) yang harus dilakukan agar garam bisa menjadi premium atau dipergunakan untuk industri,” ungkapnya. 

Memang, kualitas garam industri di Jatim masih jauh memenuhi target permintaan pasar. Kualitas dari garam yang biasa digunakan di pabrik-pabrik tersebut harus impor dari Australia. Padahal produksi garam dalam negeri jumlahnya bisa mencukupi, hanya saja kualitasnya yang masih jauh. (bae/nur)

(sb/bae/jek/JPR)