Pro Kontra Pembatasan WhatsApp

MALANG KOTA – Anda sulit menerima atau mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp? Bisa jadi hal itu dialami mayoritas masyarakat Indonesia. Termasuk warga Malang. Pembatasan jaringan WhatsApp itu ditangani Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni.

”Rekan-rekan juga mengalami masalah pesan di aplikasi. Masyarakat dan polisi juga sama (terkendala mengirim dan menerima pesan melalui WhatsApp),” kata Marhaeni kemarin.

Marhaeni menambahkan, pembatasan jaringan media sosial (medsos), termasuk WhatsApp merupakan kebijakan pemerintah pusat. Hal itu dilakukan karena pemerintah ingin mengantisipasi beredarnya kabar bohong atau hoax di medsos.

”Memang sejumlah akses komunikasi masyarakat terganggu. Tapi, ada juga yang tidak kena pembatasan,” kata Marhaeni.

Sebagaimana diketahui, pembatasan jaringan WhatsApp dan medsos itu sudah viral di dunia maya. Ada warganet yang memuji langkah pemerintah untuk mengantisipasi persebaran berita hoax, ada juga yang mengecam. Warganet yang mengecam merasa kinerjanya terhambat akibat pembatasan WhatsApp.



Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto dalam konferensi persnya menyatakan, pemerintah menonaktifkan sementara layanan medsos. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari berkembangnya informasi bohong yang beredar di medsos.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan