Prioritas Tol dan Jalan Tembus

MALANG KOTA – Rencana sinergi pembangunan tiga daerah di Malang Raya kian mengerucut.  Setelah tiga kepala daerah bertemu dalam forum bertajuk Sinergi Antar Pemangku Kepentingan dalam Kebijakan Pembangunan Malang Raya dan launching rubrik Klinik Kebijakan Publik di FIA Universitas Brawijaya (UB) Jumat (18/1), pertemuan dilanjutkan kemarin di Balai Kota Malang. Namun masing-masing diwakili sekretaris daerah (sekda). Dalam pertemuan itu sudah teknis pada program prioritas yang akan digarap bersama. Di antaranya rencana pembangunan tol tengah kota, ring road, dan jalan tembus Batu-Pandaan. Selain itu, juga masalah pendidikan, pariwisata, dan pertanian. Nantinya, masing-masing daerah akan terlibat dalam setiap proyek sinergi itu.

Untuk memperjelas tugas, masing-masing sekretaris daerah berbagi peran. Sekkota Malang dapat jatah mengawal pembangunan infrastruktur. Sekkota Batu di-plot sebagai ”komandan” pengembangan pariwisata di Malang Raya. Sementara Sekda Kabupaten Malang dapat tugas menjadi mentor bidang pendidikan dan pertanian.

Sekkota Malang Wasto menyatakan, masing-masing sekda di Malang Raya kemarin sudah punya tanggung jawab masing-masing dalam mengawal kerja sama Malang Raya. Hal ini dilakukan agar program-program yang diinginkan kepala daerah di Malang Raya bisa segera terwujud. ”Makanya semua urusan dibagi tiga kelompok tadi,” kata Wasto usai acara pertemuan sekda se-Malang Raya di ruang rapat Balai Kota Malang kemarin.

Seperti diketahui, Agustus tahun lalu tiga kepala daerah di Malang Raya sepakat untuk saling bersinergi dalam membangun daerah. Hal ini juga dikuatkan lagi dengan pertemuan mereka dalam acara yang digagas FIA UB dan Jawa Pos Radar Malang di UB Jumat (18/1). Dalam pertemuan ini, tiga kepala daerah sepakat agar sekda masing-masing segera menindaklanjuti secara teknis dalam kerja sama tersebut. Sehingga, apa saja yang dikerjasamakan bisa segera direalisasikan di lapangan.

Wasto menambahkan, total ada sekitar 15 poin penting yang disepakati dalam pertemuan kemarin. Di antaranya, tol tengah kota, ring road, dan pembangunan jalan tembus Batu-Pandaan. ”Banyak sih yang dibahas tadi,” imbuh mantan kepala DLH Kota Malang ini.



Tak hanya itu, masih kata dia, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) juga bakal diminta membuat draf perjanjian kerja sama (PKS). Waktunya hingga dua minggu ke depan. Sehingga, dalam waktu dua minggu ke depan draf tersebut sudah jadi. ”Nanti antar-OPD yang urusannya sama bisa saling ngobrol untuk merumuskan draf. Minggu depan diberikan,” tandasnya.

Lebih lanjut, draf ini untuk melakukan penandatanganan secara teknis dengan Bakorwil dan Pemprov Jatim. Bahkan, pada pertemuan minggu depan yang bertempat di Kabupaten Malang juga mengundang perwakilan provinsi. ”Karena ada beberapa urusan nggak bisa antarkepala daerah, harus ada dari provinsi. Minggu depan giliran Batu tuan rumahnya,” ungkap mantan Kepala Barenlitbang Kota Malang ini.

Lalu, berapa OPD yang bisa dikerjasamakan antar-pemerintah Malang Raya tersebut? Wasto menyampaikan, hampir semua program OPD bisa dikerjasamakan. Namun, pihaknya akan membuat skala prioritas yang memungkinkan untuk dikerjakan dalam waktu paling dekat. ”Ini yang memutuskan nanti para pimpinan di Malang Raya. Kami cuma menginventarisasi,” terangnya.

Sementara itu, Sekkota Batu yang diwakili asisten Endang Triningsih menyampaikan, apa yang disepakati dalam kerja sama tersebut tidak muncul dari daerah masing-masing. Namun, semua bakal saling mendukung dan menguatkan. ”Meski nggak ada di Batu, kami akan tetap dukung. Prinsipnya kebersamaan. Batu nggak akan cuma lihat saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan kemarin untuk mapping (pemetaan) permasalahan di lapangan secara teknis. Seperti masalah jalan tembus Batu-Pandaan dan transportasi. ”Kami mapping dan bikin wadahnya, tapi keputusan nanti tetap di kepala daerah masing-masing,” ungkap mantan kadinkes Kota Batu ini.

Terpisah, Sekda Kabupaten Malang yang diwakili Kepala DLH Kabupaten Malang Budi Iswoyo menambahkan, pihaknya juga bakal men-support pembangunan Kota Malang dan Batu. Sehingga, pembangunan di Malang Raya benar-benar menyatu. ”Kami ingin menyatu, greater Malang Raya,” terangnya.

Pewarta              : Imam Nasrodin
Copy editor        : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntolib
Fotografer          :