Prioritas KBS Tata Kandang Aviari dan Beruang Madu

JawaPos.com – Setelah menerima izin lembaga konservasi, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyiapkan perbaikan besar-besaran. Langkah mereka untuk pembenahan kandang dan tukar-menukar satwa pun bisa lebih lincah lagi.

Penyerahan itu langsung disampaikan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinasnya. Serah terima surat izin bernomor SK.340/Menlhk/Setjen/KSA.2/5/2019 tersebut dilanjutkan buka bersama dengan pejabat teras di lingkungan Kota Surabaya.

Wiratno menjelaskan, dengan memiliki izin konservasi itu, PDTS KBS (salah satunya) berhak mengelola dan tukar-menukar satwa. Namun, mereka juga berkewajiban menjaga satwa. “Kalau burung ya dia menyediakan kandang yang membuat burung bisa leluasa terbang,” ungkap dia. Wiratno pun menyebutkan bahwa PDTS KBS cukup berhasil dalam mengembangbiakkan satwa-satwa yang dilindungi seperti komodo dan jalak bali.


Sementara itu, Direktur Utama PDTS KBS Chairul Anwar mengungkapkan, salah satu prioritas perbaikan adalah kandang aviari. Itu adalah sangkar jumbo yang memungkinkan burung bisa terbang lebih bebas. Orang pun bisa masuk ke kandang tersebut. Anggaran yang diperlukan lebih dari Rp 100 juta.

“Aviari itu sayang sekali sekian lama dibiarkan. Tapi, untuk area di sekitar halamannya ini, kami sedang membuat semacam jalan setapak. Rencananya jadi destinasi baru,” paparnya.