Pria Ini Traveling 25 Negara Berkat Menari Topeng

Bisa keliling ke berbagai negara untuk melakukan aktivitas yang disenangi tentu menjadi impian bagi banyak orang. Yoseph Agus Kristian sudah  mewujudkan mimpi dia lewat keahliannya dalam menari. Arek Ngalam ini menjadi langganan Kemenpar RI tampil di berbagai event internasional.

IMAM NASRODIN

Keahliannya membawakan berbagai tari tradisional Nusantara menjadi berkah tersendiri bagi Yoseph Agus Kristian. Bahkan, kemarin (24/1) pria kelahiran 6 Juni 1965 ini masih berada di negara Finlandia, sebuah negara di Eropa Utara. Kepergiannya ke benua biru ini untuk mempromosikan kearifan lokal Indonesia di kancah internasional. ”Maaf ya, ini saya masih ada acara dengan Kemenpar di Finlandia (Eropa Utara). List pertanyaannya dibuat dulu saja, setelah selesai langsung saya balas nanti,” kata Yoseph kepada Jawa Pos Radar Malang.

Pria kelahiran Banyuwangi, tapi sejak 1990 tinggal di Kota Malang ini, bercerita, sejak 16 Januari 2019 dia diminta Kemenpar RI mengikuti kegiatan di benua penghasil Liga Champions terbaik dunia ini. Ada dua negara yang dikunjungi untuk menampilkan berbagai tari tradisional. Yaitu, Finlandia dan Spanyol. ”Kami tampil di dua negara (Spanyol dan Finlandia). Nyampek Malang lagi akhir bulan,” ungkap pria yang tinggal di Jalan Sigura-Gura Malang ini.

Sejak 2015 lalu, Yoseph memang sudah di-plot Kemenpar RI untuk menjadi duta seni Indonesia. Jadi, mulai 2016 hingga saat ini, dia menjadi langganan diajak Kemenpar RI saat ada kegiatan di luar negeri. ”Dipilih jadi duta seni pada 2015, baru tahun berikutnya diajak tampil ikut Kemenpar sampai sekarang,” tandasnya.



Kemenpar RI memilihnya bukan tanpa alasan. Pria berusia 53 tahun ini hampir menguasai semua tari tradisional di Nusantara. Seperti tari gandrung, topeng, remong, piring, jaranan, jaipong, karonsih, cendrawasih, margapati, lenso, apuse, dan pendet. ”Yang diutamakan memang penguasaan tari tradisional,” ungkap anak keempat dari empat bersaudara ini.

Apalagi, Yoseph juga mahir berlenggak-lenggok bak model profesional saat di catwalk atau di panggung. Jadi, hal ini juga menjadi nilai tersendiri bagi Kemenpar RI untuk memilihnya sebagai duta seni nasional. Apalagi selain menari, dia juga piawai membawa kostum carnival di setiap kegiatan Kemenpar di luar negeri. Bahkan, pada Oktober 2018, Yoseph menjadi ikon pemotretan di Melrose Paris, Prancis. ”Oktober lalu jadi ikon pemotretan saat tampil di Paris,” terangnya.

Hingga saat ini, Yoseph sudah mengunjungi lebih dari 25 negara di dunia. Selain tampil solo, dia juga bisa berkolaborasi dengan perwakilan dari daerah lain di Indonesia, seperti wakil dari Bali, Sumatera, Kalimantan, Jabar, Jateng, dan DKI. ”Kalau semuanya lebih dari itu (25 negara),” ungkap anak pasangan (almarhum) Sutik dan Mulyono ini.

Yoseph menceritakan, hobi menari tersebut sudah tumbuh sejak kecil. Sejak kecil memang sudah kepincut dengan dunia seni tari. Jadi, hobi ini terus dikembangkan hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kota Malang. ”Sejak kecil memang sudah seneng menari, sampai sekarang,” ujarnya.

Ke depan, dia akan terus mendalami tentang seni tari di Indonesia. Karena tari baginya bukan sekadar hobi, tapi juga untuk melestarikan budaya tradisional bangsa. ”Akan terus belajar untuk merawat budaya bangsa,” harapnya.

Sebagai penari, Yoseph sangat mengidolakan tokoh pewayangan, Harjuno maupun Janoko. Bahkan, saking cintanya dengan sosok tersebut, dia bersemangat menampilkan tokoh ini di sebuah pertunjukan tari. ”Sudah kesampaian memerankan tokoh itu,” terang pria berusia 53 tahun ini. (*/c2/nay)

Pewarta               : *
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Yoseph Agus Kristian