Prewed Gratis di Bunker Balai Kota Sinergi Jawa Pos

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan, revitalisasi bunker telah selesai. Namun, pemkot belum akan memanfaatkan bunker tersebut dalam waktu dekat ini. Sehingga masyarakat dipersilakan untuk datang dan melihat apa yang ada di dalam bunker.

“Ini untuk prewedding juga bagus. Silakan, gratis. Kalau dipakai yang lain juga bisa, misal untuk pencatatan nikah,” kata Rudy saat meninjau bunker.

Bunker di kompleks balai kota bisa dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi, edukasi, dan berfoto-foto.
(DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Bunker yang berada persis di kawasan kantor dinas kependudukan dan pencacatan sipil (dispendukcapil) itu kini sudah tampak bersih dan rapi. Air yang sebelumnya menggenangi hampir seluruh bunker sudah dikuras dan diberi lapisan hampa air. Hanya tinggal rembesan di beberapa titik. Namun rembesan itu sudah teratasi dengan pembuatan parit kecil menuju pembuangan akhir.

Usai revitalisasi ini, Rudy berencana menambah sejumlah aksesoris dan ornamen agar lebih menarik. “Gazebo di atas itu nanti dipasang. Juga dikasih patung-patung tentara Belanda di atas. Agar yang melihat juga bisa belajar sejarah, enggak cuma selfie,” papar Rudy.

Namun, ia juga mewanti-wanti agar pemanfaatan bunker dilakukan dengan bijak. Karena bangunan lawas tersebut masuk sebagai benda cagar budaya (BCB). Pemkot akan menyiagakan petugas keamanan agar bangunan tidak rusak, hilang, dan dicoret-coret.

“Wong kita mau mengangkat satu batu bata di atas itu saja tidak boleh. Nanti kalau ada yang rusak atau dicoret-coret, ya satpamnya yang saya marahi. Menjaga bunker segini masak tidak bisa, pasti ditinggal tidur,” papar dia.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Taufan Basuki mengatakan, tidak mudah melakukan revitalisasi bunker. Dibutuhkan kehati-hatian dalam memperlakukan bangunan bersejarah itu. “Menguras airnya juga kami beberapa kali sempat kesulitan. Tetapi nyatanya sudah bisa,” pungkas Taufan.

(rs/irw/bay/JPR)