Presiden Grab Indonesia Jelaskan Standar Keselamatan Skuter Listriknya

JawaPos.com – Peristiwa tabrak lari kembali terjadi di ibu kota. Kali ini menimpa rombongan yang sedang menaiki GrabWheels di sekitaran FX Sudirman, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka. Bahkan, kejadian itu sempat viral di media sosial.

Diketahui, korban yang meninggal dunia yaitu Ammar, 18, dan Wisnu, 18. Sedangkan, ketiga rekannya mengalami luka ringan dan syok. Kejadian tabrak lari itu terjadi pada Minggu (10/11). Mendengar kabar tersebut, Presiden of Grab Indonesia, Rizki Kramadibrata mengungkapkan turut berduka cita.

“Kami mengucapkan turut prihatin atas yang terjadi pada dua penumpang kami,” katanya di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (14/11).

Rizki menuturkan, sebenarnya Grab sudah memiliki standar keamanan dan keselamatan untuk pengguna skuter listriknya. Beberapa di antaranya menyangkut batasan usia, alat perlindungan diri, serta area dimana skuter listrik ini boleh dinaiki atau harus dituntun.

“Hanya untuk 18 tahun ke atas. Selalu gunakan helm. Memang permasalahannya di lapangan, sering adanya yang ambil helm,” kata Rizki.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa area dimana skuter listrik tidak boleh dinaiki. Misalnya, ketika menyeberang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), maka skuter listrik tersebut harus dituntun.

GrabWheels atau skuter listrik yang menjadi salah satu fitur layanan terbaru Grab ini memiliki bisa melaju hingga 15 kilometer perjam (km/jam), bahkan sampai 25 km/jam. Sementara itu terkait peraturan baru yang akan dikeluarkan pemerintah, menyusul jatuhnya korban, Rizki menegaskan pihaknya sangat mendukung.

“Kami mendukung adanya aturan agar keselamatan penumpang kami lebih baik lagi,” tuturnya.

Dia menambahkan, skuter listrik yang dikembangkan sejak Mei 2019 itu diharapkan menjadi alternatif transportasi berbasis listrik yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Sejak diluncurkan pada kuartal-II, hingga kini sudah ada sekitar 10.000 skuter listrik yang tersebar di berbagai kota di antaranya Jakarta, Bali, dan Banten.