Pramuka Penegak Ngecat 150 Rumah di Muharto, Kota Malang

MALANG KOTA – Kota Malang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Festival Wirakarya Kampung Kelir yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Pada ajang yang digelar selama tiga hari sejak Senin (9/7) hingga Rabu (11/7) itu, sebanyak 1.000 penegak dari zona tiga, Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu bakal melakukan aksi sosial di Kampung Muharto. Salah satunya mengecat 150 rumah warga Jalan Muharto, Kedungkandang, Kota Malang.

Event tersebut tadi malam dibuka Asisten I Kota Malang Abdul Malik MPd. Hadir pula Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Bina Muda Hariadi Purwantoro, jajaran Forkopimda Kota Malang, pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, dan anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kota Malang.

Seremoni dibuka oleh suguhan tari dari SMK Bina Mandiri yang mempersembahkan Tari Bapang. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Jayalah Pramuka. Tak hanya itu, berbagai hiburan lain seperti teatrikal puisi dari SMAN 1 Turen, pencak silat dari SMKN 2 Turen, dan beatbox dari SMKN 8 Malang.

Asisten I Kota Malang Abdul Malik MPd memberikan apresiasinya kepada warga Kampung Muharto yang turut mendukung kegiatan ini. Sementara bagi peserta, hal ini akan menjadi pengalaman yang berharga untuk bekal di masa depan. ”Pemda mengucapkan terima kasih kepada Kwarda Jatim karena menjadikan Malang sebagai salah satu zona tujuan dari Festival Wirakarya Kampung Kelir ini,” jelasnya.

Malik mengimbau agar peserta dapat mengoptimalkan kegiatan ini. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi peserta dalam festival ini. Hanya 1.000 orang saja dari puluhan ribu orang yang ingin mengikuti kegiatan tersebut. ”Ini adalah orang pilihan yang diberi kesempatan untuk memberikan baktinya kepada masyarakat,” paparnya.



Bagi masyarakat, sosialisasi pola hidup sehat dan lingkungan bersih memiliki makna yang luar biasa. Malik berharap agar kegiatan ini memberikan manfaat baik bagi peserta maupun masyarakat. ”Bagi peserta, pengalaman ini bisa menjadi modal di masa depan, sementara bagi masyarakat, semoga terus menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Lebih baik lagi apalagi bisa berdampak bagi lingkungan lainnya,” harapnya.

Sebagai informasi, bentuk kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir ini adalah bakti pengecatan rumah, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sosialisasi makanan ilegal versi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan ini menyasar di 11 zona, yakni Surabaya, Magetan, Malang, Madiun, Bondowoso, Kediri, Sampang, Tuban, Jember, Lamongan, dan Pasuruan. Setiap zona, memiliki kuota 1.000 peserta dan minimal mengecat 100 rumah serta sarana umum.

Sementara itu, di zona tiga Malang Raya ada berbagai kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir. Di antaranya, mengecat 130 rumah, dari total 17 RT yang dicat berjumlah 3 RT. Dari total 1.000 peserta dibagi menjadi 200 tim. Setiap timnya berjumlah 5 orang. Sedangkan untuk menginapnya, Kampung Muharto menyediakan 55 rumah, selain itu juga ada tenda, masjid, dan sekolah.

Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim Drs Hariadi Purwantoro menjelaskan selain mengabdi untuk mengecat rumah warga, peserta juga harus memberikan sosialisasi tentang PHBS dan makanan ilegal. ”Jadi sebelum terjun ke warga, mereka sudah diberi materi terkait PHBS dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan makanan ilegal dari BPOM,” ujarnya.

Karena festival, Hariadi menyebutkan bahwa nantinya akan ada 2 putra dan 2 putri yang akan menjadi pemenang. Total 44 pemenang dari Jawa Timur akan dikirim ke festival di Thailand dan Lombok. ”Harapannya, dengan kegiatan ini akan meningkatkan rasa gotong royong peserta dan meningkatkan kepedulian kepada sesama. Untuk warga, semoga inovasi ini akan dikembangkan menjadi kampung wisata,” pungkasnya.

Ketua RW 9 Muharto Muhammad Tamin menyatakan sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Acara ini membuat warganya lebih menjaga kebersihan. Harapannya, dengan menjadi tuan rumah festival ini, Kampung Muharto akan menjadi kampung wisata. ”Sehingga perekonomian warga sini juga akan lebih meningkat,” jelasnya.

Pewarta; Binti
Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib