PPP Bersyukur Tiga Calon di Jawa Menang – Pilkada Serentak 2018

Indonesia Harus Serius Merespons Kebocoran Data Facebook - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum PPP Korwil Pemenangan Jawa, Arwani Thomafi bersyukur karena pelaksanaan pilkada serentak 2018 di 171 daerah berjalan lancar. Dia pun bersyukur untuk tiga provinsi di Pulau Jawa dengan merujuk hasil quick count, kandidat yang diusung PPP dan partai politik lainnya mendapat dukungan mayoritas rakyat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan ini,” kata Arwani, Rabu (27/6).

Seperti diketahui, di Jawa Barat, PPP bersama sejumlan partai politik lain mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Sedangkan di Jawa Tengah mengusung Ganjar Prabowo-Taj Yasin. Di Jawa Timur, partai berlambang Kakbah itu mengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Menurut Arwani, pesan penting dari perhelatan ini, rakyat semakin cerdas untuk memilih kandidat kepala daerah sesuai dengan nurani dan visi misi. Pesan lainnya, lanjut dia, pemilu 2019 nanti sebaiknya semua pihak menghindarkan diri dari politik uang, kampanye hitam serta mengeksploitasi organisasi keagamaan seperti Nahdatul Ulama (NU) untuk kepentingan jangka pendek dan pragmatis. “Faktanya, hari ini upaya-upaya tersebut gagal total,” tegasnya.

Dia menambahkan kemenangan tiga kandidat yang diusung PPP di pulau Jawa memberi pesan penting bagi partainya.



Pertama, konsolidasi yang dilakukan internal PPP pascakonflik berjalan cukup baik. Kedua, eksistensi politik santri memiliki tempat di hati publik. Anggapan yang dimunculkan sebagian pihak tentang meredupnya eksistensi politik santri, terbantahkan dengan sejumlah hasil pilkada ini.

“Ketiga, perkawinan politik santri-nasioanlis di sejumlah daerah terbukti menjadi perpaduan ideal khas Indonesia yang mencerminkan fakta sosiologis masyarakat Indonesia,” kata Arwani.

Lebih lanjut, Arwani menilai proses pilkada secara umum berjalan lancar walaupun praktik politik uang, kampanye hitam serta eksploitasi organisasi keagamaan untuk kemenangan kandidat tak menghalangi pemilih untuk memilih kandidat yang berbasis visi misi, jejak rekam serta sosialisasi ke akar rumput.

“Alhamdulillah, kader PPP tidak tergiur untuk lakukan cara-cara yang justru akan mengurangi kualitas demokrasi kita,” ujarnya.(boy/jpnn)