Portal Jembatan Muharto Ambyar

MALANG KOTA – Kerusakan Jembatan Muharto yang kondisinya mengkhawatirkan terancam tambah parah. Itu jika kendaraan besar masih tak mengubris larangan melewati jembatan tersebut. Hal itu terbukti dengan beberapa kali rusaknya portal yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akibat diterjang kendaraan besar.

Sejak dipasang pertengahan September lalu, disebut-sebut portal sudah empat kali diterjang kendaraan. Mulai dari portal yang awalnya besi ompong hingga besi balok, semua rusak.

Awal dipasang, portal memang agak tinggi. Belakangan portal pembatas setinggi 2,25 meter. Karena digasak pikap, beton penahan palang ambyar dari tiang penyangga.

Dari informasi yang dihimpun koran ini di tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan yang paling sering menerobos portal adalah kendaraan jenis truk dan pikap. Karena membawa barang berat dan juga melebihi ketinggian, portal pun roboh. ”Ya mobil pikap,” singkat salah seorang pedagang yang berjualan dekat Jembatan Muharto.

Kadishub Kota Malang Handi Priyanto mengakui portal sudah beberapa kali rusak akibat diseruduk mobil. Untuk kejadian terakhir Senin sore (21/10), pihaknya tengah memburu sopir kendaraan yang nekat tersebut. ”Identitas sudah dapat, sedang kami proses,” jelasnya singkat.

Menurut Hadi, pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah ada warga yang berinisiatif melapor. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada warga yang peduli akan kondisi jembatan. ”Kami juga sudah koordinasi dengan Satlantas Polres Malang Kota,” tegasnya.

Handi menceritakan, pada peristiwa sebelumnya, pemilik kendaraan yang menabrak portal langsung mengganti dengan portal baru. ”Sebelumnya mau tanggung jawab, tidak seperti pemilik kendaraan yang sedang diproses saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang Agoes Moliadi menambahkan, pelanggaran pengendara sangat jelas, yaitu menerobos dan merusak portal. ”Kejadian sebelum Magrib.

Memang pikap, tapi muatannya lebih, sangat berbahaya,” tuturnya. Dia memastikan sopir pikap harus mempertanggungjawabkan aksinya dengan membayar denda dan perbaikan portal,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Muharto mengalami kerusakan dan kekuatannya tersisa 40 persen saja.

Perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu cepat karena terkendala anggaran. Hanya pemasangan portal dan jalur penyempitan kendaraan yang bisa dipasang, mengantisipasi padat dan macetnya kendaraan di atas jembatan.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani