Polri Larang Gas Air Mata di Final Arema vs Persebaya

Aremania memadati Stadion Kanjuruhan menyaksikan laga Arema vs Timnas

KEPANJEN – Dengan kapasitas 42.000 penonton dan jika ditambah tribun berdiri menjadi 55.000 penonton, menjadikan Stadion Kanjuruhan sarang Aremania untuk menggempur habis-habisan lewat chant kepada lawan pada laga final Arema versus Persebaya Surabaya, Jumat, (12/4) mendatang.

Yang jadi masalah adalah jika total jumlah suporter berjumlah puluhan ribu tersebut melakukan aksi anarkis. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Komjen Polisi Drs Unggung Cahyono mengaku melarang keras penggunaan gas air mata jika terjadi tindakan anarkis saat pertandingan nanti.

“Khususnya Brimob, jangan menjadi pencetus, terutama gas air mata, karena menengok di pertandingan dulu, hal itu malah membuat penonton jadi panik, langsung keluar, dan membabi buta amarah mereka,” papar Unggung pada acara Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Sepak Bola Final Leg 2 Piala Presiden 2018 di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu, (10/4) kemarin.

Perbuatan disiplin, lebih mengedepankan tindakan persuasif dan simpatik lebih diinginkan Unggung pada laga final yang rencananya dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

“Karena dengan gas air mata itu akan memancing penonton lebih anarkis, karena perimeter pengamanan ini lebih enak di Kanjuruhan daripada Gelora Bung Tomo kemarin,” tegasnya dalam acara yang juga dihadiri Kapolsek di seluruh jajaran Polres Malang, TNI, Dishub dan Panpel Pertandingan.

Unggung juga berharap tidak ada mobil plat L yang melintas masuk ke Malang. “Dikejar itu nanti, maka saya minta karena ini hanya ditonton oleh Aremania, saya minta untuk membantu tugas Polri dalam rangka situasi yang aman di wilayah Malang Raya,” tutupnya.

Perimeter penyiagaan pun terbagi menjadi 4 perimeter ring, mulai dari dalam stadion, luar stadion, sekitar stadion hingga jalan raya di stadion.

“Termasuk kita siaga bersama dengan Polres Malang Kota dan Pasuruan, Karena ini kan Arema banyak juga masuk dari pasuruan dan sebagainya menuju ke Kabupaten Malang,” ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
?
Di dalam stadion ring 1 dan 2, Polisi juga terus bersiaga dan mengecek semua yang masuk ke stadion termasuk miras, senjata tajam dan botol plastik.

“Kita harapkan Persebaya main di sini kita hadirkan masa aman, suporter kita check dari sebelum masuk sehingga masuk di Kanjuruhan sudah steril, kita terus upayakan peringatan lewat persuasif daripada represif,” tutup Ujung.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: dok radarmalang
Penyunting : Fia