Polresta Solo Catat 8 Berita Hoax per Hari

JawaPos.com – Penyebaran berita bohong atau hoax semakin masif jelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019. Bahkan dalam sehari, rata-rata ada 7-8 berita hoax yang tersebar di media sosial.

Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai menyampaikan, penyebaran berita hoax sering dilakukan pada malam hari. Mulai pukul 23.00 WIB, berita hoax terus digempurkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dulu penyebaran berita hoax masih fluktuatif dan waktunya tidak tentu. Tapi sekarang mendekati pemilu ini semakin masif. Penyebaran lebih banyak dilakukan malam hari, bisa tujuh sampai delapan berita hoax setiap hari,” terang Andy kepada JawaPos.com, Kamis (28/3).

Andy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing berita yang belum tentu kebenarannya. Sebab berita hoax yang tersebar semakin berbahaya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa berdampak terjadinya konflik sosial masyarakat.

“Maka dari itu, kami meminta kepada media mainstream dan yang bisa dipertanggungjawabkan untuk turut membantu meredam berita hoax. Karena dampaknya bisa berbahaya,” ucap Andy.

Mengenai pelaku penyebaran berita hoax, kebanyakan dari luar Solo. Selain menyiagakan tim cyber yang terus memantau penyebaran berita hoax, Polresta Solo juga menggandeng pihak terkait. Seperti Bawaslu dan pihak lainnya. Masyarakat diharapkan bisa menyaring berita yang beredar dan tidak ikut menyebarkannya jika belum diketahui kebenarannya.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Ari Purnomo