Polres Malang Akan Undang Ahli Bahasa untuk Dalami Kasus Ustad Penghina Ansor Banser dam Ma’ruf Amin

Banser dan Ansor mendatangi Satreskrim Polres Malang

KOTA MALANG – Kasat Reskrim Polres Malang terus berupaya menyelesaikan laporan dugaan ujaran dugaan kebencian yang dilayangkan kepada KH Sa’dullah Basuni asal Pasuruan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) serta beberapa elemen Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Keseriusan Polres Malang ini terlihat dari upaya Kasat Reskrim, AKP Adrian Wimbarda menyelesaikan kasus ini. Termasuk, yang terbaru Adrian mengaku akan mengundang ahli bahasa untuk keputusan kasus ini.

“Kita akan upayakan undang ahli bahasa guna memastikan apakah ada unsur pelanggaran pidana yang dilakukan oleh pihak terlapor,” ujarnya.

Hal ini bisa dilaksakan karena Adrian mengaku sudah mengantongi cuplikan rekaman video dari pihak pelapor. “Pelapor sudah memberikan bukti video yang diserahkan lewat flashdisk,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang mencoba mendapat keterangan dari saksi. “Kita belum bisa memastikan apakah dari perkataan tersebut terdapat unsur pidananya, secepatnya kami bakal segera lakukan gelar perkara internal,” tutup pria berkacamata ini.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Sa’adat sebagai pelapor mengaku juga memiliki saksi yang hadir pada saat Ustad Sa’adullah diduga melakukan hate speech pada cuplikan rekaman video berdurasi sekitar 2.50 menit tersebut.

“Kami juga ada saksi yang juga hadir pada saat acara,” bebernya.

Sebagai Informasi, ceramah Sa’adullah saat Haul tokoh masyarakat sekitar di daerah Desa Kidal, Kecamatan Tumpang pada bulan September 2018 tersebut yang dipersoalkan GP Ansor dan Banser. Ustad Sa’adullah dianggap telah menghina GP Ansor, Banser, dan NU, dan calon presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin.

Pewarta : Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido