polres kediri kota sabu-sabu Sinergi Jawa Pos

KEDIRI KOTA- Peredaran narkotika jenis sabu-sabu harus diwaspadai. Kemarin (3/1), petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota kembali berhasil mengungkap pengguna sabu-sabu. Yakni M Zaenal Fanani, 26, warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, pengungkapan ini bermula ketika petugas mendapatkan informasi tentang adanya pengguna sabu-sabu di wilayah barat Kota Kediri. “Setelah didalami, informasi itu langsung kami selidiki,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi. Penyelidikan ini dilakukan pada Selasa (2/1) lalu tengah malam.

Rumah Zaenal menjadi incaran petugas. Dikarenakan, ia diketahui sering mengonsumsi sabu-sabu. Tanpa menunggu lama, petugas pun masuk ke dalam rumah Zaenal.

Saat itu juga dilakukan penggeledahan. Ternyata benar, pelaku menyimpan sabu-sabu seberat 0,32 gram tersebut di dalam klip plastik. Zaenal mengonsumsi barang haram tersebut pada tengah malam.

Sebab, saat itu kondisi rumah sudah dalam keadaan sepi. Sehingga, ia bisa mudah menikmati sabu-sabu. Untungnya, dengan kesigapan, petugas dapat segera mengamankan pelaku. Bahkan, petugas menemukan seperangkat alat isap sabu-sabu yang akan digunakan Zaenal. “Kami amankan semuanya, dan dia dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan lagi,” imbuh Kamsudi.

Kepada petugas, lanjutnya, pelaku sudah terbiasa mengonsumsi barang haram itu. Namun, masih dalam kategori pengguna. Pelaku mengaku jika sabu-sabu itu hendak dikonsumsi sendiri.

Untuk diketahui, sebelumnya petugas juga menangkap dua pelaku pengguna sabu-sabu. Mereka berdua ialah Rezi Maulana, 20, Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto dan M. Tri Anggara, 20. Dengan total seberat 0,62 gram dari kedua pelaku.

Sehingga, dalam tiga hari diawal tahun ini, Satnarkoba Polres Kediri Kota telah berhasil mengamankan tiga pengguna sabu-sabu. Menurut Kamsudi, ketiga  pengguna ini dijerat dengan pasal 114 UU 35/2009 tentang penyalahgunaan obat-obatan terlarang tanpa izin yang berwenang. Dengan ancaman minimal hukuman empat tahun penjara. Maksimal mendapatkan hukuman penjara 12 tahun. “Keduanya dijerat pasal tersebut dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

(rk/noe/die/JPR)