Polres ‘Adopsi’ Anjing Pembunuh Bocah

MALANG KOTA – Keluarga pasangan Wisnu-Dian Nugraha, warga Jalan Candi Penataran, Lowokwaru, ini benar-benar trauma atas meninggalnya Ramisya Bazighah, 8, anak angkatnya, akibat digigit anjing pada Minggu lalu (6/8). Karena itu, anjing pit bull yang telah mereka pelihara selama empat tahun itu diserahkan ke Polres Malang Kota. Dia tidak mau lagi merawatnya.

Kanit K-9 Polres Malang Kota Aiptu Imam Muhson Ridho menjelaskan, anjing yang membunuh siswi kelas II SDN Blimbing 3 itu dititipkan di kandang anjing Jalan Irian, Kota Malang. Pihak orang tua korban menyerahkan anjing itu kepada polisi karena sudah tidak mau lagi merawatnya.

”Awalnya kami amankan, lalu orang tua angkat korban juga tidak mau memelihara anjing pit bull ini lagi,” kata Imam kemarin siang.

Dia menjelaskan, kondisi anjing berusia 4 tahun itu kemarin cukup sehat. Karena itu, dia heran kok bisa sampai marah kepada pemiliknya sendiri. Sehingga Ramisya, anak angkat dari pemilik anjing itu digigit hingga tewas.

”Selama ini sangat jarang anjing menyerang pemiliknya sendiri, kecuali anjing itu dipancing untuk marah,” kata dia.

Dia juga meyakini jika anjing tersebut tidak sedang lapar saat menerkam Ramisya. Itu bisa dilihat dari postur badannya yang ideal. Untuk mengetahui penyebab anjing itu marah, dia rencananya hari ini (8/8) akan meminta keterangan dari dokter hewan.

”Saat ini anjing pit bull itu dititipkan ke Dian Wicaksono, salah satu pencinta anjing yang bekerja sama dengan Polres Malang,” imbuh dia.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menyatakan, akan terus melakukan penyelidikan hingga tuntas. Dalam waktu dekat kami akan memanggil saksi agar ketemu keterangan yang valid.

”Kami rencanakan besok (hari ini, 8/8) untuk memeriksa nenek, orang tua angkatnya, dan meminta bantuan dokter hewan untuk mengorek keterangan,” kata Hoiruddin kemarin siang.

Mantan Pamen Densus 88 ini menambahkan, belum bisa memastikan apakah kasus ini terdapat unsur kelalaian. Sebab, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi terlebih dulu. Apabila dijumpai unsur kesengajaan, pastinya hukuman pidana bisa menjeratnya.

”Kami harus mendalami dulu, kami harus memastikan semuanya, bisa jadi anjingnya kelaparan,” kata dia.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka