Politikus PAN Juga Nilai KSP Tempat Penampungan Pendukung Pemerintah

Politikus PAN Juga Nilai KSP Tempat Penampungan Pendukung Pemerintah

RADAR MALANG ONLINE – Serupa dengan Fadli Zon sebagai pimpinannya di DPR, anggota Komisi II DPR Yandri Susanto juga mengkritik keberadaan Kantor Staf Presiden (KSP).

Menurut Yandri, saat ini lembaga yang dikepalai oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko itu hanya menampung orang-orang yang mendukung pemerintahan.

“Jadi, saya kira itu untuk menampung orang-orang yang belum tertampung barangkali,” ujar Yandri saat dikonfirmasi, Kamis (24/5).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai tugas dan kewenangan KSP tumpang tindih dengan Setkab, Sekneg, dan Kementerian Koordinator. (dok. RADAR MALANG ONLINE)

Menurut Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini KSP juga tidak jelas kerjanya. Bahkan tugas dan kewenangannya nyaris sama dengan Sekretariat Kabinet (Setkab) dalam membantu kepala negara.



“Saya kira nyaris enggak ada kerjanya. Koordinasi sudah ke Setkab, Sekneg, dan Menko,” katanya.

?Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang mendapat ?jabatan Tenaga Ahli Utama di KSP. Dia mengatakan, masuknya Ngabalin justru mempertegas bahwa istana kini dijadikan penampungan tim sukses 2019 mendatang.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, KSP saat ini sudah dijadikan tempat untuk menampung relawan. Sehingga lembaga yang dikepalai oleh Moeldoko tersebut perlu dibubarkan. Selain pemborosan anggaran, KSP juga dinilainya tumpang tindih dengan Sekretariat Kabinet.

Fadli mengatakan, dalam Perpres 26/2015, KSP ditugaskan untuk memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

Namun sebenarnya tugas tersebut sudah diakomodasi oleh Sekretariat Kabinet seperti melakukan perumusan, analisis, penyiapan pendapat, pandangan, pengawasan kebijakan, dan program pemerintah.

“Jadi ada penyelewengan, bukan untuk konsolidasi presiden, tapi capres dan menampung relawan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP). Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengatakan, Ngabalin diangkat karena dia merupakan politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan.

(ce1/gwn/JPC)