23.4 C
Malang
Sabtu, Maret 2, 2024

Tambah Porsi Bacaleg Milenial, Parpol Berlomba Rayu Pemilih Pemula

MALANG KOTA – Fenomena baru terjadi pada pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) periode 2024-2029. Partai politik (parpol) seperti satu suara mengusung lebih banyak calon dari kalangan milenial. Cara itu diyakini bisa mendongkrak perolehan suara, terutama dari kalangan pemilih baru.

Seperti yang terjadi di Kota Malang. Dari penjelasan para perwakilan parpol setelah mendaftarkan bacaleg ke KPU, mereka menunjukkan data telah mendaftarkan calon milenial di atas 40 persen. Ada yang di kisaran 50 persen, bahkan 60 persen.

Setidaknya ada 10 parpol yang sudah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Di antaranya Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Perindo, PKB, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Hal yang sama disampaikan PKS, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Nusantara.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto menjelaskan, dari 45 bacaleg yang didaftarkan, lebih dari 50 persen merupakan kawula muda, atau sekitar 25 orang. Wajah-wajah baru itu diharapkan mampu menambah perolehan suara Gerindra Kota Malang.

”Partai Gerindra berusaha menambah keterwakilan dari kalangan generasi milenial dan organisasi-organisasi kepemudaan. Semoga bisa menambah kantong suara dan semangat baru Partai Gerindra di Kota Malang,” tandas Moreno.

Strategi serupa dilakukan PPP. Menurut Ketua DPC PPP Kota Malang Makhrus Sholeh, pihaknya mendaftarkan 45 bacaleg untuk Pemilu 2024. Dari jumlah itu, 60 persen merupakan kaum milenial. Atau jika dikonversikan ke angka menjadi 27 orang.

”Kami menginstruksikan mereka turun langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat. Insya Allah masyarakat akan memilih karena kebermanfaatannya bukan berdasar politik uang,” tandasnya.

Baca Juga:  Doa Ulama Iringi Golkar Hadapi Pemilu 2024

Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas mengaku belum bisa mengetahui dengan pasti jumlah bacaleg dari kalangan milenial. Sebab, saat ini masih dilakukan verifikasi administrasi. ”Setelah ditetapkan daftar calon tetap (DCT) baru bisa dilihat persentase berdasar usia,” tutur Aminah.

Untuk sementara, data yang bisa diketahui pasti adalah jumlah bacaleg sebanyak 689 orang. Terdiri dari laki-laki 421 orang dan perempuan 268 orang. ”Dari 18 partai peserta pemilu, semuanya mendaftarkan bacaleg. Dua partai yang sempat terkendala gangguan di sistem informasi calon (silon), berkas bacalegnya sudah kami terima dan lengkap,” tandas Amina.

Lebih Melek Teknologi Informasi

Kondisi serupa juga dilakukan parpol di Kabupaten Malang. Semuanya berlomba mengusung bacaleg dari kalangan milenial. Bukan sekadar mengikuti tren, anak-anak muda itu diharapkan mampu memaksimalkan perolehan suara dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang menunjukkan tak hanya parpol lama yang mengusung calon dari kalangan milenial. Parpol baru juga melakukan strategi serupa. Misalnya, Partai Kebangkitan Bangsa mendaftarkan 15 bacaleg milenial, Partai Demokrat 15 orang, PPP 28 orang, dan Partai Gelora 4 orang.

”Kami mendaftarkan 15 orang bacaleg dari kalangan generasi muda. Sembilan di antaranya adalah perempuan,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Malang M. Kholiq.

PKB sengaja menyasar generasi milenial sebagai pemilih potensial. Mereka bahkan sudah merekrut calon kader penggerak di TPS. Para kader muda itu diharapkan bisa mengajak teman-temannya untuk ikut mendukung partai.

Baca Juga:  Sindir Presiden Jokowi, BEM UI Mendadak Trending di Twitter

Sementara itu, PPP Kabupaten Malang memberikan porsi yang sangat besar bagi caleg dari kalangan milenial. Dari 47 bacaleg yang didaftarkan, 28 di antaranya adalah anak-anak muda. Kalau dipersentase sekitar 60 persen. ”Dari 28 bacaleg milenial itu, 12 di antaranya merupakan kader perempuan,” kata Bendahara DPC PPP Kabupaten Malang Trisnadi.

Dia yakin para bacaleg milenial punya cara tersendiri untuk menggaet perolehan suara. Mereka mudah terkoneksi dengan sesama generasi muda dengan memanfaatkan media sosial. Meski demikian, PPP tetap melakukan kaderisasi sejak dini agar para generasi muda itu benar-benar melek politik.

”Bacaleg milenial ini juga diharapkan bisa menyosialisasikan program-program partai ke masyarakat untuk mengoptimalkan perolehan suara,” papar Trisnadi.

Partai Golkar yang memiliki begitu banyak politisi senior juga ikut membaca peluang penambahan suara dari kalangan pemilih pemula. Partai berlambang pohon beringin itu pun juga menambah persentase kalangan milenial dalam daftar bacaleg mereka.

Contohnya di Kota Batu. Dari 30 nama bacelag yang didaftarkan, 8 di antaranya  dari kalangan milenial. Terdiri dari 5 laki-laki dan 3 perempuan. Selain sebagai vote getter, keberadaan mereka juga menjadi bagian dari proses regenerasi partai. ”Kami berharap generasi milenial punya pemikiran yang baru dan inovatif untuk partai,” tandas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu Didik Machmud. (adk/yun/ifa/fat)

MALANG KOTA – Fenomena baru terjadi pada pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) periode 2024-2029. Partai politik (parpol) seperti satu suara mengusung lebih banyak calon dari kalangan milenial. Cara itu diyakini bisa mendongkrak perolehan suara, terutama dari kalangan pemilih baru.

Seperti yang terjadi di Kota Malang. Dari penjelasan para perwakilan parpol setelah mendaftarkan bacaleg ke KPU, mereka menunjukkan data telah mendaftarkan calon milenial di atas 40 persen. Ada yang di kisaran 50 persen, bahkan 60 persen.

Setidaknya ada 10 parpol yang sudah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Di antaranya Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Perindo, PKB, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Hal yang sama disampaikan PKS, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Nusantara.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto menjelaskan, dari 45 bacaleg yang didaftarkan, lebih dari 50 persen merupakan kawula muda, atau sekitar 25 orang. Wajah-wajah baru itu diharapkan mampu menambah perolehan suara Gerindra Kota Malang.

”Partai Gerindra berusaha menambah keterwakilan dari kalangan generasi milenial dan organisasi-organisasi kepemudaan. Semoga bisa menambah kantong suara dan semangat baru Partai Gerindra di Kota Malang,” tandas Moreno.

Strategi serupa dilakukan PPP. Menurut Ketua DPC PPP Kota Malang Makhrus Sholeh, pihaknya mendaftarkan 45 bacaleg untuk Pemilu 2024. Dari jumlah itu, 60 persen merupakan kaum milenial. Atau jika dikonversikan ke angka menjadi 27 orang.

”Kami menginstruksikan mereka turun langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat. Insya Allah masyarakat akan memilih karena kebermanfaatannya bukan berdasar politik uang,” tandasnya.

Baca Juga:  KPUD Rekrut 1.170 Anggota Panitia Pemungutan Suara

Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas mengaku belum bisa mengetahui dengan pasti jumlah bacaleg dari kalangan milenial. Sebab, saat ini masih dilakukan verifikasi administrasi. ”Setelah ditetapkan daftar calon tetap (DCT) baru bisa dilihat persentase berdasar usia,” tutur Aminah.

Untuk sementara, data yang bisa diketahui pasti adalah jumlah bacaleg sebanyak 689 orang. Terdiri dari laki-laki 421 orang dan perempuan 268 orang. ”Dari 18 partai peserta pemilu, semuanya mendaftarkan bacaleg. Dua partai yang sempat terkendala gangguan di sistem informasi calon (silon), berkas bacalegnya sudah kami terima dan lengkap,” tandas Amina.

Lebih Melek Teknologi Informasi

Kondisi serupa juga dilakukan parpol di Kabupaten Malang. Semuanya berlomba mengusung bacaleg dari kalangan milenial. Bukan sekadar mengikuti tren, anak-anak muda itu diharapkan mampu memaksimalkan perolehan suara dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang menunjukkan tak hanya parpol lama yang mengusung calon dari kalangan milenial. Parpol baru juga melakukan strategi serupa. Misalnya, Partai Kebangkitan Bangsa mendaftarkan 15 bacaleg milenial, Partai Demokrat 15 orang, PPP 28 orang, dan Partai Gelora 4 orang.

”Kami mendaftarkan 15 orang bacaleg dari kalangan generasi muda. Sembilan di antaranya adalah perempuan,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Malang M. Kholiq.

PKB sengaja menyasar generasi milenial sebagai pemilih potensial. Mereka bahkan sudah merekrut calon kader penggerak di TPS. Para kader muda itu diharapkan bisa mengajak teman-temannya untuk ikut mendukung partai.

Baca Juga:  2.995 Balita Berisiko Alami Stunting

Sementara itu, PPP Kabupaten Malang memberikan porsi yang sangat besar bagi caleg dari kalangan milenial. Dari 47 bacaleg yang didaftarkan, 28 di antaranya adalah anak-anak muda. Kalau dipersentase sekitar 60 persen. ”Dari 28 bacaleg milenial itu, 12 di antaranya merupakan kader perempuan,” kata Bendahara DPC PPP Kabupaten Malang Trisnadi.

Dia yakin para bacaleg milenial punya cara tersendiri untuk menggaet perolehan suara. Mereka mudah terkoneksi dengan sesama generasi muda dengan memanfaatkan media sosial. Meski demikian, PPP tetap melakukan kaderisasi sejak dini agar para generasi muda itu benar-benar melek politik.

”Bacaleg milenial ini juga diharapkan bisa menyosialisasikan program-program partai ke masyarakat untuk mengoptimalkan perolehan suara,” papar Trisnadi.

Partai Golkar yang memiliki begitu banyak politisi senior juga ikut membaca peluang penambahan suara dari kalangan pemilih pemula. Partai berlambang pohon beringin itu pun juga menambah persentase kalangan milenial dalam daftar bacaleg mereka.

Contohnya di Kota Batu. Dari 30 nama bacelag yang didaftarkan, 8 di antaranya  dari kalangan milenial. Terdiri dari 5 laki-laki dan 3 perempuan. Selain sebagai vote getter, keberadaan mereka juga menjadi bagian dari proses regenerasi partai. ”Kami berharap generasi milenial punya pemikiran yang baru dan inovatif untuk partai,” tandas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu Didik Machmud. (adk/yun/ifa/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/