23.4 C
Malang
Sabtu, Maret 2, 2024

Sambut Pemilu, 850 Personel Gabungan Gelar Simulasi

MALANG KOTA – Situasi mencekam terjadi di halaman Balai Kota Malang, kemarin siang (31/5). Semua bermula ketika 100-an orang berbaju hitam melakukan unjuk rasa. Ratusan aparat gabungan yang berjaga tampak sigap. Mereka dilengkapi dengan sejumlah peralatan.

Ada tameng, helm, pentungan, dan rompi anti peluru. Situasi mulai tak terkendali ketika beberapa demonstran yang melemparkan sejumlah benda. Bentrokan pun tak terhindarkan. Beberapa demonstran tumbang, dan harus mendapat perawatan medis.

Di sisi lain, beberapa orang yang mengenakan setelah jas tampak mendapat pengawalan dari petugas. Seluruh kejadian itu adalah rangkaian dari proses simulasi pengamanan Pemilu 2024. Total ada 850 personel gabungan yang ambil bagian.

Baca Juga:  Eks Pelatih Fisik Persebaya Gabung Arema FC

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, simulasi itu dilakukan agar personelnya lebih siap. Sebab Pemilu 2024 juga makin dekat. Hanya berjarak sekitar 285 hari lagi. ”Kami mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang berujung penjarahan. Berujung adanya penyanderaan. Simulasi pengamanan itu sudah dilakukan,” terang Budi Hermanto, kemarin.

Pria yang akrab disapa Buher itu menekankan, aparat kepolisian tidak bisa mencegah tantangan di depan. Oleh karena itu, simulasi itu melibatkan semua satuan dari berbagai instansi. Petugas dari PLN dan Damkar juga ambil bagian.

Itu sebagai antisipasi bila ada kebakaran akibat arus pendek listrik. ”Selain tahun politik, sekarang mulai memasuki musim kemarau. Sehingga dalam kegiatan itu juga ada prosesi antisipasi kebakaran lahan. Termasuk korsleting arus pendek yang mengakibatkan percikan api sehingga terjadi kebakaran,” papar Buher.

Baca Juga:  KPU Harus Tuntas Distribusikan Surat Suara di Kecamatan Hari Ini

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi kesigapan seluruh aparat pengamanan. Ke depan, Sutiaji berharap seluruh elemen masyarakat bisa turut serta dalam mengamankan situasi menjelang dan selama Pemilu 2024. ”Walaupun ketenteraman lingkungan tanggung jawab bersama, tapi yang terdepan adalah TNI/Polri dan seluruh komunitas untuk menjaga. Dan, itu dibuktikan hari ini,” tandasnya. (adk/by)

MALANG KOTA – Situasi mencekam terjadi di halaman Balai Kota Malang, kemarin siang (31/5). Semua bermula ketika 100-an orang berbaju hitam melakukan unjuk rasa. Ratusan aparat gabungan yang berjaga tampak sigap. Mereka dilengkapi dengan sejumlah peralatan.

Ada tameng, helm, pentungan, dan rompi anti peluru. Situasi mulai tak terkendali ketika beberapa demonstran yang melemparkan sejumlah benda. Bentrokan pun tak terhindarkan. Beberapa demonstran tumbang, dan harus mendapat perawatan medis.

Di sisi lain, beberapa orang yang mengenakan setelah jas tampak mendapat pengawalan dari petugas. Seluruh kejadian itu adalah rangkaian dari proses simulasi pengamanan Pemilu 2024. Total ada 850 personel gabungan yang ambil bagian.

Baca Juga:  Eks Pelatih Fisik Persebaya Gabung Arema FC

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, simulasi itu dilakukan agar personelnya lebih siap. Sebab Pemilu 2024 juga makin dekat. Hanya berjarak sekitar 285 hari lagi. ”Kami mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang berujung penjarahan. Berujung adanya penyanderaan. Simulasi pengamanan itu sudah dilakukan,” terang Budi Hermanto, kemarin.

Pria yang akrab disapa Buher itu menekankan, aparat kepolisian tidak bisa mencegah tantangan di depan. Oleh karena itu, simulasi itu melibatkan semua satuan dari berbagai instansi. Petugas dari PLN dan Damkar juga ambil bagian.

Itu sebagai antisipasi bila ada kebakaran akibat arus pendek listrik. ”Selain tahun politik, sekarang mulai memasuki musim kemarau. Sehingga dalam kegiatan itu juga ada prosesi antisipasi kebakaran lahan. Termasuk korsleting arus pendek yang mengakibatkan percikan api sehingga terjadi kebakaran,” papar Buher.

Baca Juga:  Terungkap, Nadiem dan Megawati Sudah Beberapa Kali Ketemu

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi kesigapan seluruh aparat pengamanan. Ke depan, Sutiaji berharap seluruh elemen masyarakat bisa turut serta dalam mengamankan situasi menjelang dan selama Pemilu 2024. ”Walaupun ketenteraman lingkungan tanggung jawab bersama, tapi yang terdepan adalah TNI/Polri dan seluruh komunitas untuk menjaga. Dan, itu dibuktikan hari ini,” tandasnya. (adk/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/