Polisi Menduga Korban Kasus Penculikan Pakisaji Lebih dari Satu Anak

Di hadapan penyidik Polres Malang, Sobirin mengaku melakukan penculikan karena korban ini tertarik dengan seni musik, tapi orang tua LB selalu melarang korban mengikuti ekstrakurikuler yang diajarkannya. Lantaran kesal, Sobirin membawa korban kabur ke wilayah Poncokusumo. ”Di sana (Lembah Pane) saya sempat meniduri korban,” kata Sobirin.

Terpisah, HI, wali kelas korban, mengaku awalnya tidak curiga dengan pelaku. Kecurigaannya baru muncul karena Sobirin tidak kunjung membawa korban kembali ke ruang kelas. ”Saya tidak curiga sebelumnya. Namun, ketika saya hubungi pelaku juga tidak direspons, dari situlah kami kemudian mencari mereka,” ujar HI.

Salah satu tetangga pelaku, Elfran, 24, menceritakan, sebelum menjadi guru honorer, Sobirin sempat berjualan cilok keliling. Mengenai dugaan kelainan seksual, Elfran tidak tahu pasti. Namun, dia melihat kedekatan Sobirin dengan beberapa anak tergolong tidak wajar. ”Dulu juga pernah terjadi kasus yang sama (pencabulan) yang diduga dilakukan Sobirin. Tapi, tidak dilaporkan ke polisi,” pungkasnya.

Sedangkan ibu korban, UA, 34, melarang korban ikut ekstrakurikuler seni karena sering lupa waktu dan pulang hingga larut. Selain itu, UA juga tidak suka dengan pelaku. ”Saya curiga karena perilakunya sangat dekat dengan anak saya,” kata dia. (nr5/c2/dan/mas)