Polisi Larang Event CFN di Peringatan Tahun Baru Sinergi Jawa Pos

Selain rawan terjadi tindak kejahatan, munculnya keramaian massa dinilai akan rawan penyusup yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan. Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menegaskan, di perayaan malam pergantian tahun baru untuk tahun ini dipastikan tidak ada CFN. ’’Sesuai instruksi Kapolda (Irjen Pol Machfud Arifin, Red), untuk tidak melaksanakan car free night, karena bisa menimbulkan kerawanan baru,’’ katanya.

Menurutnya, larangan itu tak hanya berlaku di Mojokerto saja, melainkan diseluruh wilayah Jawa Timur. Dengan demikian, baiknya malam pergantian tahun baru dialihkan dengan menggelar kegiatan-kegiatan positif. Seperti kegiatan keagamaan atau di lingkungan masing-masing. Selain dianggap lebih nyaman, juga jauh dari ancaman kejahatan. ’’Larangan ini untuk kebaikan bersama. Selain itu, mengantisipasi penyusup, seperti terorisme,’’ tandasnya.

Leonardus menyatakan, di puncak malam tahun baru, kepolisian akan melakukan pengaman secara ekstra, sebanding dengan pengaman malam Natal. ’’Bahkan, pertebalan kekuatan kita fokuskan di lapangan,’’ tuturnya. Sebanyak 581 personel gabungan diterjunkan mengamankan malam perayaan pergantian tahun 2017 ke 2018.

Pusat pengamanannya pun dilakukan di beberpa objek vital yang telah dipetakan rawan sebelumnya. Di antaranya, pusat keramaian, perbelanjaan, perbankan, transaksi uang, tempat ibadah, jalan raya, dan objek-objek wisata. ’’Untuk lokasi wisata, pengamannya kita pusatkan di Pacet dan Trawas,’’ tandasnya.

Sebab, sesuai pengalaman sebelumnya, objek wisata di lereng pegunungan ini tak lepas dari titik kumpul wisatawan dari berbagai daerah menunggu detik-detik pergantian tahun.

(mj/ori/ris/JPR)