Polisi Buru Perempuan Penyewa Kamar Apartemen

Pembunuhan

RADAR MALANG ONLINE – Kepolisian masih menyelidiki tewasnya AP, warga Salemba Tengah, Paseban, Jakarta Pusat. Pria 40 tahun itu ditemukan tewas di dalam kamar lantai 17 sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya Timur, Senin (28/5) pagi. Dia diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk mencari terduga pelaku. Namun, dia masih belum membuka identitas orang tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan pelakunya,” ujar Sudamiran singkat kepada RADAR MALANG ONLINE.

Sementara itu, polisi mendapatkan fakta baru yang sangat penting. Salah seorang sumber di internal kepolisian menyebutkan, korban bukan penyewa kamar apartemen. “Kami kroscek ke pengelola apartemen, penyewanya atas nama seorang perempuan,” bebernya.

Sumber melanjutkan, perempuan yang menyewa kamar berinisial EV. Dari hasil temuan itu, polisi memunculkan satu motif yang paling kuat. “Kalau dugaan pelakunya perempuan, besar kemungkinan karena asmara. Tapi itu masih dugaan awal, belum bisa dipastikan betul sebelum benar-benar tertangkap,” tambahnya kepada RADAR MALANG ONLINE.



Polisi juga masih belum memutuskan apakah EV benar-benar menghabisi nyawa AP atau tidak. Saat ini statusnya masih sebagai saksi kunci, yang diperlukan keterangannya untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi sendiri menerjunkan kekuatan penuh untuk mencari EV. Informasi yang diterima RADAR MALANG ONLINE, Unit Reskrim Polsek Mulyorejo dibackup Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya.

Selain mendapat petunjuk identitas penyewa kamar, polisi juga menerima informasi bahwa EV terakhir meninggalkan apartemen pada Minggu (28/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi tersebut didapat dari pengelola parkir apartemen. Seluruh kendaraan penghuni apartemen memang terdata jenis dan nopolnya. Saat keluar, otomatis nopol mobil EV tercatat pada sistem pengelola parkir. “Setelah keluar itu, dia tidak kembali lagi. Kuat kemungkinan, korban dieksekusi sebelum dia pergi meninggalkan apartemen,” tambahnya.

Sementara itu, polisi turut mengamankan barang bukti dari kamar apartemen. Dari pantauan RADAR MALANG ONLINE, mayoritas barang-barang yang diamankan tersebut milik perempuan. Contohnya peralatan manicure dan alat-alat makeup.

polisi juga menemukan bungkus dan sepuntung rokok. Dilihat sekilas, puntung tersebut terlihat baru. Rokok tersebut tidak sampai habis diisap. Ujungnya masih ada noda hitam, tanda bahwa rokok tersebut masih baru diisap.

Dari sana, kemungkinan yang muncul rokok tersebut diisap oleh terduga pelaku pembunuhan. Besar dugaannya, si pelaku panik dan mencoba membuang stres dengan merokok.

“Kami pikir dia (terduga pelaku) grogi. Ini perbuatan spontan, tidak sampai terpikir kalau korban sampai meninggal. Dia tidak pandai menghilangkan jejak. Buktinya semua identitas korban masih ada di TKP,” ujar sumber lainnya.

Kini, polisi masih melakukan pengejaran di dalam kota. EV masih dicari. Seperti diberitakan sebelumnya, AP ditemukan tewas di dalam kamar apartemen di kawasan Mulyorejo. AP tewas di dalam kamar mandi. Polisi mendapati dada dan perut AP terluka yang diduga disebabkan benda tajam.

(did/JPC)