Poles Jalur TNBTS, Dapat Hibah Rp 40 M

KEPANJEN – Terpilihnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai satu dari 10 destinasi unggulan nasional bakal membawa dampak signifikan. Pemerintah pusat dipastikan bakal terus memberikan dorongan ekstra pada kawasan-kawasan penyangga. Termasuk bagi Kabupaten Malang.

Kabar terbaru, untuk meningkatkan aksesibilitas menuju TNBTS, selama tiga tahun ke depan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menggerojok dana pembangunan infrastruktur senilai Rp 40 miliar.

”Sudah di-ACC dan disetujui, tiga tahun ini mulai 2019, 2020, sampai 2021 kami akan mendapat program hibah dari pusat,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni.

Hibah tersebut nantinya akan difokuskan untuk kegiatan peningkatan dan pemeliharaan pada seluruh koridor jalan di Kabupaten Malang yang mengarah ke TNBS. Tahun ini, Romdhoni menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pencairan dana hibah tahap pertama dengan nilai sebesar Rp 10 miliar.

Dana tersebut digunakan DPUBM untuk meningkatkan akses yang terletak di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, hingga Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang. ”Untuk tahap pertama fokus kami pada pelebaran, tahap berikutnya baru kami lanjutkan dengan pemeliharaan,” jelasnya.



Pembangunan tahap pertama tersebut ditarget tuntas pada Oktober mendatang. Jika lolos hasil monitoring dan evaluasi Kementerian PUPR, pencairan hibah selanjutnya dipastikan berlangsung lancar.

Sembari merampungkan pembangunan tahap pertama, Romdhoni menuturkan bahwa pihaknya kini juga sudah mulai berancang-ancang untuk pengajuan pencairan dana hibah tahap kedua.

”Nilainya kurang lebih sama dengan tahap pertama Rp 10 miliar, tapi fokusnya akan kami pusatkan untuk kegiatan peningkatan ke jalur utama menuju Bromo. Mulai dari Gubugklakah sampai ke Jemplang (Ngadas),” bebernya.

Dia menuturkan bila pengerjaan di sepanjang jalur Gubugklakah sampai ke Jemplang bakal dikonsentrasikan pada upaya peningkatan. Utamanya untuk penambahan bahu jalan, jalur pengendali rem blong, serta drainase.

”Karena selama ini jika dilewati dua kendaraan yang berpapasan kan relatif terlalu mepet. Jadi kalau ditambah dengan bahu jalan kami perkirakan sudah ideal,” bebernya.

Sementara pengaturan drainase diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya longsor di sepanjang jalur menuju TNBTS. ”Untuk pengadaan jalur pengendali bagi kendaraan yang mengalami rem blong juga akan kami pertimbangkan,” sambung Romdhoni.

Tidak hanya berlaku untuk peningkatan dan pemeliharaan di sepanjang jalur TNBTS yang ada di sekitar Kecamatan Tumpang dan Poncokusumo, Romdhoni juga menuturkan bahwa dana hibah tersebut juga boleh digunakan untuk peningkatan pada kawasan sekitar penyangga jalur utama.

Titik-titiknya tersebar mulai di Kecamatan Pakis hingga Kecamatan Tajinan. Sebelumnya, Bupati Malang H.M. Sanusi berkomitmen bahwa pihaknya juga akan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke TNBS dari jalur Tumpang.

Dengan mendongkrak potensi desa wisata serta atraksi yang dimiliki oleh kawasan yang terletak di sepanjang jalur menuju Bromo, dia optimistis bisa mencapai target kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara di Kabupaten Malang.

”Yang paling utama keberadaan Bromo ini juga harus membawa dampak yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya,” jelas Sanusi. Dengan dasar itu, dia menilai bila keberadaan homestay maupun pemberdayaan UMKM menjadi hal utama yang bakal didorong perkembangannya oleh Pemkab Malang

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya