TUMPANG Musibah pohon tumbang kembali terjadi. Bila sebelumnya wilayah Malang Kota yang terimbas, kemarin siang (22/2) musibah itu terjadi di Jalan Desa Bokor, Kecamatan Tumpang. Tiga pohon jenis saman tak kuat menahan terpaan angin. Selain menutup akses jalan, kejadian tersebut juga mengakibatkan kabel jaringan Telkom sempat terganggu. Pagar makam di desa itu juga tertimpa reruntuhan pohon.

”Tidak ada korban, karena saat kejadian jalanan dalam kondisi sepi,” terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo. Kejadian itu menambah daftar panjang kasus pohon tumbang di Kabupaten Malang. Berdasarkan rekap PMI mulai Januari 2019, tercatat sudah ada 33 pohon yang tumbang. Sejumlah titik, seperti di Jalan Raya Kebonagung Pakisaji-Kepanjen, Kendalpayak Pakisaji, dan Jalan Sedayu Turen kerap menjadi langganannya.

”Paling sering memang terjadi di wilayah Pakisaji–Kepanjen,” sambung Tomo–sapaan akrabnya. Berdasarkan pengamatan PMI Kabupaten Malang, di jalur itu tercatat ada sekitar 31 pohon yang rawan tumbang. Dengan dasar tersebut, dia berharap, warga tetap waspada saat hujan dan angin kencang turun bersamaan.

Imbauan serupa juga disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Iklim Kelas II BMKG Karangploso Anung Suprayitno. Dasar yang dia pakai yakni perkiraan masa puncak musim hujan yang sebelumnya sudah diprediksi bakal terjadi pada Januari–Februari ini. Anung menyebut bila puncak musim hujan sebenarnya belum sampai ke tahap ekstrem.

Kondisi itu menurutnya tetap membuka peluang terjadinya bencana. Seperti banjir maupun tanah longsor. ”Khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kemiringan yang tajam harus waspada. Jika kondisi hujan terus-menerus bisa meninggalkan rumahnya karena potensi longsor cukup besar,” kata dia. Kewaspadaan terhadap musibah angin kencang menurutnya tetap harus dipertahankan hingga beberapa waktu mendatang.

”Kalau puncaknya memang belum, tapi dapat diperkirakan jika bulan ini menjadi puncaknya. Kami pantau terus,” imbuh Anung. Puncak musim hujan ditandai dengan intensitas hujan di angka 100 milimeter per hari.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya