PMI Kota Malang Imbau Masyarakat Tidak Membuang Darah

Banyak Pendonor, Stok Darah Aman Untuk Sepekan Ke Depan

KOTA MALANG – Perkembangan donor darah di Kota Malang dari tahun ke tahun meningkat. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala UTD PMI, dr. Enny Sekar Rengganingati saat peringatan hari kesehatan nasional ke 54, Sabtu, (17/11) kemarin di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang.

Menurutnya, hal itu ditandai dengan naiknya kesadaran masyarakat untuk donor dari tahun ke tahun dimana 60% masyarakat Malang sukarela datang untuk mendonorkan darahnya.

Menurut Enny, jumlah penduduk dengan golongan darah O masih mendominasi di Masyarakat. Namun, tidak jarang UTD PMI malah kekurangan karena kurangnya darah O dan banyaknya pasien yang membutuhkan darah dengan golongan O.
“Tapi kita itu jangan sampai membuang darah, jadi yang kita ambil kita upayakan yang sesuai kebutuhan,” tegas Enny.

Maka dari itu, Enny menyarankan bagi masyarakat untuk menunda donor darah dan jangan terlalu sering mendonor.
“Makanya kalau cadangan darah kita lebih, kita motivasi disimpen saja di tubuh, daripada darah itu terbuang,” ungkapnya.

Tujuan menunda donor adalah apabila nanti ada pasien yang memang membutuhkan transfusi darah dengan cepat bisa segera tercukupi.

Kebutuhan per hari darah adalah 150 kantong untuk kebutuhan se Kota Malang. “Kalau kebutuhan darah itu tapi variatif, kadang A banyak, kadang B banyak, kadang O banyak,” lanjut Enny. UTD PMI mengaku tiap hari biasanya mendapat 100 sampai 120 kantong darah.

“Satu kantong darah donor itu nantinya akan jadi sel darah merah pekat, trombosit sama plasma,” menurut Enny hal itu sudah bisa membantu 3 orang yang butuh darah dengan keperluan masing-masing.

Sekedar informasi, masa berlaku darah normalnya hanya 35 hari. “5 tahun bisa tapi harus disimpan dengan suhu -35 derajat celcius dalam keadaan beku,” tutup wanita berjilbab ini.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido