PMI Kota Batu Kekurangan Ambulan, Harapkan Bantuan dari Pemkot

KOTA BATU – Banyaknya peristiwa di Kota Batu yang membutuhkan bantuan medis membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu kurang responsive dalam memberikan bantuan. Hal ini salah satunya karena Unit Ambulan di PMI Kota Batu hanya satu.

“Apalagi ketika peristiwa di Jalan Hasanudin Junrejo yang memakan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang, kami mendapatkan bantuan satu ambulan dari Kota Malang,” jelas Kepala PMI Kota Batu Abdul Mutholib. Ia menerangkan ambulan yang membantu tersebut adalah ambulan dari relawan Malang Estehanget.

Diungkapkan ada sekitar dua sampai tiga ambulan yang dimiliki oleh puskesmas di Kota Batu namun ketika terjadi peristiwa besar maka dalam menggunakan ambulan masih membutuhkan waktu untuk mengikuti alur birokrasi. Hal ini tentu akan memakan waktu sehingga respon time penanganan kedaruratan menjadi tidak akurat.

“Semoga di dengarkan oleh Pemkot Batu. Kami juga menyadari untuk mengaggarkan satu unit ambulance setidaknya masih membutuhkan Rp 400 juta,” imbuh Tholib. Oleh sebab itu ia juga menerangkan belajar dari pengalaman salah satu puskesmas yang sempat viral di medsos karena tidak bisa memenuhi pelayanan ambulan untuk masyarakat.

Sementara itu Bagus Rochadi warga Jalan Munif Kota Batu membenarkan bahwa Puskesmas Beji belum bisa menenuhi pelayanan ambulan ketika terjadi kecelakaan di Jalan Patimura pada 11 Juli lalu. “Ada ambulan di sana namun tidak bisa digunakan karena tidak ada yang piket, saya sopiri sendiri tapi tidak boleh,” jelas Bagus. Ia menambahkan akhirnya korban kecelakaan tersebut dengan mobil Toyota Avanza warga sekitar.



Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto : Choirul Anwar