PLN Komitmen Terangkan Nias Hingga 100 Persen






JawaPos.com – Nias merupakan daerah yang masuk dalam prioritas PT PLN (Persero) Sumatera Utara (Sumut) dalam mengaliri listrik desa. Meski masih tersandung beberapa hambatan, pengerjaan infrastruktur kelistrikan DI Pulau Nias terus dikebut pengerjaannya.





Secara kewilayahan, Rasio Elektrifikasi (RE) di Sumut sudah mencapai 97 persen. Sedangkan cadangan dayanya mencapai 7-10 persen. “Kita komitmen untuk mencapai seratus persen pada tahun depan,” ujar Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Rudi Artono, Minggu (28/10).





Saat ini terangnya, jumlah desa di Sumut yang telah menerima aliran listrik mencapai 5.778 desa atau 95,37 persen dari 6.110 desa yang ditargetkan untuk dilistriki. Tahun ini PLN berkomitmen melistriki 322 desa lagi. Listrik Desa (Lisa) juga ditarget rampung akhir tahun ini. “Yang jadi prioritas kami Nias,” katanya.



Pembangunan infrastruktur untuk aliran listrik di Nias. (Istimewa)





Komitmen mengalirkan listrik di Nias juga sudah tertuang dalam dalam nota kesepamahaman (MoU) lima Pemkab di Pulau Nias pada tanggal 18 September 2018 lalu. Bukti nyata PLN untuk menerangi Nusantara di HLN ke-73, diimplementasikan dalam membangun jaringan kelistrikan di seluruh desa yang ada di Pulau Nias.





Tercatat, ada dua desa lagi yang dilistriki. Yaitu Desa Somi dan Desa Somi Botogo’o yang terletak di Kecamatan Gido Kabupaten Nias. Desa dengan jumlah masing-masing 200 KK dan 150 KK ini resmi dapat menikmati listrik PLN setelah puluhan tahun menggunakan lampu pijar sebagai penerangan utama di malam hari.





Namun, dengan bahu-membahu antara PLN; Pemerintah Daerah; masyarakat dua desa dan juga seluruh stakeholder membangun jaringan listrik, mulai dari tiang beton; hingga jaringan kabel listrik; kini Desa Somi dan Desa Somi Botogo’o sudah dapat menikmati lampu sebagai penerangan utama untuk kehidupan sehari-hari.






Manajer UP3 Nias, Evan Sirait mengatakan bahwa, di tahun 2018 ada sekitar 68 desa yang akan dialiri listrik PLN dan sudah mencapai 53 % untuk progres elektrifikasi.






“Dengan dilistrikinya Desa Somi dan Somi Botogo’o ini, maka tinggal 66 Desa lagi untuk target 2018 di Pulau Nias yang harus kami listriki.” Ujarnya pada saat memberikan kata sambutan di Peresmian Listrik Desa (LISA) di Balai Desa Somi, Minggu (28/10).





Evan menambahkan, dukungan kuat dari seluruh stakeholder semakin menambah semangat untuk memerangi desa. Khususnya untuk memberikan kemudahan akses memasok suplai kebutuhan pembangunan jaringan listrik ke dua desa tersebut.





Acara peresmian Listrik Desa (LISA) Somi dan Somi Botogo’o dihadiri oleh perangkat Desa Somi, Kepala Desa, Ketua BPD dan Sekdes. Kepala Desa Somi mengucapkan terimakasih atas kerjasama PLN dalam menerangi Desa Somi.





“Masyarakat sangat senang sekali dan menyambut gembira hal ini. Sekarang ibu-ibu tidak susah lagi untuk memasak nasi dan anak-anak tidak gelap lagi belajar dimalam hari.” Ungkapnya.





Tidak hanya membangun infrastruktur listrik, PLN juga melakukan edukasi kepada calon pelanggannya untuk menggunakan kabel listrik sesuai standar keamanan untuk instalasi listrik di dalam rumah. Hal ini agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dalam menggunakan listrik di rumah sehingga terhindar dari kecelakaan sengat listrik maupun kebakaran yang disebabkan karena korsleting.





(pra/JPC)