Plastik Dibuat Fashion Show, Kertas Dibikin Topeng Malangan

MALANG KOTA – Para juri Green School Festival (GSF) selalu dikejutkan dengan aneka macam terobosan sekolah. Saat penjurian di SDN Dinoyo 3 Kota Malang kemarin (7/9) misalnya, para dewan juri dibuat terkagum-kagum dengan kostum daur ulang dan yel-yel buatan siswa.

Dengan percaya diri, para siswa berlenggak-lenggok dengan kostum daur ulang dari kantong kresek, bungkus snack, alumunium foil, koran, dan lain-lain.  Setelah itu, para guru mengajak dewan juri melihat kebun sekolah. ”Kebun sekolahnya dikelola siswa dan paguyuban wali murid,” ujar Selvi, salah seorang guru.

Kebun sekolah ini memiliki koleksi tanaman yang lengkap. Aneka tanaman seperti sayur-mayur, terong, cabai, sawi, selada, seledri, hingga blimbing wuluh ada di tempat ini. Malahan, para siswa juga menanam tanaman hias hingga pepohonan.

Untuk limbah sekolah, khususnya kertas dan plastik, menjadi wadah para siswa untuk berkesenian. Misalnya, bubur kertas dibuat topeng Malangan, sedangkan bekas sedotan dan sendok plastik dibuat karya pajangan. Bisa juga dibuat tatakan meja atau hiasan jam dinding dari sendok plastik.

Selvi menyatakan, membangun lingkungan sehat tidak hanya dari fisik bangunan sekolah. Melainkan psikis sekolah juga perlu dibangun dan dibina. Makanya, SD Negeri yang terletak di Kecamatan Lowokwaru ini selalu menggandeng wali murid untuk membangun care environment sekolah.



Berbicara lingkungan hijau, tak melulu diterapkan dengan menanam pohon. Lingkungan hijau bisa diartikan dengan lingkungan yang tertata, rapi, sehat, dan nyaman. Misalnya, SD My Little Island, membuat sarana prasarana yang nyaman dan aman buat siswa. Sekolah ini juga merupakan salah satu yang dinilai kemarin. ”Konsep ruangan dibuat agar siswa tidak melukai temannya atau berpotensi berbahaya,” ujar Ahsan Mozadi, juri GSF.

Ahsan juga menilai, keterbatasan lingkungan di SD yang terletak di Lembah Dieng ini menjadikan mereka sangat kreatif. ”Misalnya tanah sebagai media tanam tidak ada. Sekolahnya full paving. Diakali dengan tanaman hidroponik,” imbuhnya. Bahkan, dinding sekolah hampir dipenuhi dengan taman vertikal.

 

Pewarta: Del / Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Fotografer: Darmono