PKS Sukses Bikin Lonjakan Suara di Pilkada, Ini Prediksi Pilpres 2019

Sohibul Iman dan Prabowo

JawaPos.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis kesuksesan partainya di pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah bisa berimbas pada pilpres 2019 mendatang. Apalagi kejadian melonjaknya suara calon yang diusungnya itu bukan kali pertama terjadi di Pilkada.

Presiden PKS Sohibul Iman menjelaskan, kejadian serupa pernah terjadi pada pilkada DKI Jakarta 2007. Kala itu paslon yang ia usung, Adang Daradjatun dan Dani Anwar juga memiliki elektabilitas yang sangat kecil. Sementara rivalnya, pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto saat itu telah memiliki elektabilitas yang diatas angin. 

“Waktu pertama kita calonkan itu elektabilitasnya hanya nol koma, tapi akhirnya bisa naik,” kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (2/7).

Sohibul menyebut kejadian itu pun terulang pada pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, kala itu pasangan yang diusungnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pun tidak dijagokan. Namun dengan segala upaya yang terus dilakukan oleh partainya, akhirnya pasangan yang memiliki jargon Oke Oce itu dapat terpilih menjadi orang nomor satu Jakarta.



“Pak Anies sendiri kan waktu dicalonkan elektabilitasnya baru 9 persen. Sedangkan Pak Ahok kan udah 40 persen lebih. Tapi pada akhirnya kan kemudian kita genjot bisa,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Sohibul pun menyebut peningkatan suara seperti itu hanya bisa dilakukan ketika partainya dapat bersinergi kuat dengan sesama partai koalisi.

“Karena itu dengan modal koalisi yang kuat tersebut, bukan tidak mungkin peningkatan suara itu dapat pula terjadi pada pilpres 2019 mendatang. Saya kira hal seperti itu bisa kita ulang,” pungkasnya.

(aim/JPC)