PKS Siap Turunkan Nilai Tawar soal Cawapres | JawaPos.com

PKS Siap Turunkan Nilai Tawar soal Cawapres | JawaPos.com

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut bakal menggandeng Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pasangan capres dan cawapres.

Lantas bagaimana hal tersebut ditanggapi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga punya sembilan kadernya untuk bisa dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengaku semua kemungkinan-kemungkinan perlu dikomunikasikan dengan semua partai. Misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga PKS. Jadi tidak mungkin Prabowo semena-menang mengambil keputusan.

Apalagi dalam politik penuh dengan kemungkinan. Sehingga tidak tertutup kemungkinan cawresnya Prabowo akan dari PKS.

“?Semua proses masih panjang. Di politik itu sehari panjanga, pagi misalnya AHY, siangnya mungkin Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN), tapi malemnya PKS yang dipilih,” ujar Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/7).

Menurut Mardani, dalam membangun koalisi harus adanya kesepakatan yang diambil. Pasalnya dari PKS, PAN dan juga Demokrat menginginkan kadernya bisa menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Bisa jadi nanti kalau Partai Bulan Bintang (PBB) bergabung juga membawa nama kadernya menjadi cawapres.

“Sehingga semua harus duduk bareng, musyawarah akan ketemu formulanya,” katanya.

PKS pun dalam komu?nikasi untuk mencari cawapres siap menurunkan nilai tawar soal sembilan nama cawapres dari internalnya. Karena dari semua calon cawapres ada satu yang paling dianggap lebih baik.

“Iya harus termasuk itu (turunnkan nilai tawar PKS),” pungkasnya.

Sekadar informasi, dari pertemuan antara SBY dan Prabowo Subianto belum sepakat membentuk koalisi di Pilpres 2019 mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan dua partai itu akan bisa bekerja sama di hajat lima tahunan mendatang.

Setelah pertemuan antara SBY dan juga Prabowo Subianto, dua pihak itu sepakat membentuk tim kecil. Itu dilakukan untuk bisa menjalin komunikasi lanjutan atara Demokrat dengan Gerindra.

(gwn/JPC)