PKN STAN Latih Mahasiswa Lebih Teliti Mencerna Kabar

JawaPos.com- PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) untuk pertama kalinya mengadakan Open Data Day 2019, Rabu (20/2). Kegiatan tersebut merupakan pelatihan untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengidentifikasi valid atau tidaknya sebuah kabar.

Open Data Day merupakan kerja sama antara beberapa institusi. Selain PKN STAN, ada Kemenkeu, Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), serta The Global Initiative for Fiscal Transparency (GIFT). Latar belakangnya adalah keresahan atas hoax yang menyebar di masyarakat, yang saat ini sudah masuk kategori menyesatkan.

Para mahasiswa yang merupakan calon pegawai Kemenkeu harus mampu mengidentifikasi kasus yang beredar. Data awal yang digunakan yaitu portal data APBN milik Kementerian Keuangan.

“Banyak data tentang APBN yang bisa diambil dan diolah. Selain Kemenkeu, ada juga data dari Sekretariat Negara. Dari sini mahasiswa ditantang untuk menyelesaikan suatu kasus,” sebut Koordinator pelaksana ODD 2019 Khanda Adhitya.

Dalam teknis pelaksanaan, ada 60 mahasiswa yang ikut serta. Mereka berasal dari beragam program studi (prodi). Misalnya Akuntansi, Bea Cukai, dan Manajemen Keuangan.

Kemudian mereka dibagi menjadi 15 kelompok. Sehingga masing-masing akan terdiri dari 4 orang. Mereka bebas memilih satu dari tiga tema besar yang sudah ditentukan, yaitu gender, environment, serta equality.

Setelah mencari data yang dianalisis dari Portal data Kemenkeu, mahasiswa diminta untuk menjelaskan hasil karyanya melalui presentasi yang menarik. Baik melalui grafis, video atau apapun.

“Di sini tantangannya. Hasil kajiannya bukan dalam bentuk naskah yang membosankan, namun melalui grafis, data yang menarik. Karena kecenderungan generasi milenial akan lebih mengena dengan karya yang eye catching,” sebut Khanda.

Selain menyajikan data yang menarik, waktu yang disediakan pun tidak banyak. Setiap tim harus bisa mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah.

“Berpacu dengan waktu. Selain dituntut untuk menyajikan data bagus, juga harus teliti,” papar Khanda.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : ferry sandi