PKH Tak Cair, Bank Mandiri Beralasan Cuaca Ekstrem

PKH Tak Cair, Bank Mandiri Beralasan Cuaca Ekstrem

Vice President Bank Mandiri Area Jawa Timur Rudiyanto menjelaskan, pihaknya sudah merencanakan realisasi PKH akhir tahun lalu. Namun, saat itu mengaku terkendala cuaca sehingga pendistribusian ke Masalembu terpaksa ditunda.

”Kami sudah menyewa kapal khusus untuk ke Masalembu. Namun, sampai perjalanan cuaca buruk dan kami harus kembali,” ungkapnya Rabu (24/1).

Setelah tertunda itu, Rudiyanto mengaku belum tahu kapan dana tersebut bisa terealisasi. Sebab, masih menunggu cuaca membaik untuk melintasi laut dengan aman. Selain itu, atas penundaan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

”Kami sudah mengajukan penundaan pencairan PKH di Masalembu dengan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kami mengikuti imbauan kapten kapal. Keselamatan karyawan kami perlu diperhatikan. Sehingga, kami masih menunggu cuaca membaik,” jelasnya.

Seperti diberitakan, jumlah penerima PKH di Masalembu 610 KPM dengan total bantuan Rp 1.152.900.000. Mereka tidak pernah menerima buku tabungan pencairan. Tiap KPM berhak mendapatkan Rp 1.890.000 setahun. Perinciannya, tahap pertama, kedua, dan ketiga masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Khusus tahap keempat sebesar Rp 390 ribu.



Total bantuan untuk 610 KPM sebesar Rp 1.152.900.000. Perinciannya, tahap pertama, kedua, dan ketiga masing-masing Rp 305.000.000. Sedangkan alokasi untuk tahap keempat senilai Rp 237.900.000.

Dari ratusan KPM itu, ada dua penerima yang sudah bisa melakukan pencairan. Sebab, mereka berusaha melakukan pencairan ke Sumenep daratan. Dengan demikian, dari total bantuan Rp 1.152.900.000 untuk 610 KPM hanya cair Rp 3.780.000. Perinciannya, dua KPM masing-masing mendapatkan Rp 1.890.000.

Pendamping PKH Kecamatan Masalembu Mohammad Albar mengaku kecewa. Sebab, selama setahun penuh tidak ada upaya untuk dicairkan. ”Kami sempat sepakat untuk mengeluarkan petisi mosi tidak percaya kepada Bank Mandiri. Sebab, sebagai pemenang tender terkesan tidak serius dalam pencairan bantuan PKH,” ungkapnya Kamis (25/1).

Albar mengakui beberapa waktu lalu sempat dilakukan upaya pencairan. Namun terkendala cuaca buruk. Menurut dia, hal tersebut bukan alasan utama. Sebab, meskipun cuaca membaik, tidak ada tindak lanjut dari pihak bank. Pihaknya menilai pihak perbankan malas untuk mendistribusikan langsung ke Pulau Masalembu.

Dikatakan, cuaca buruk hanya terjadi Desember 2017 menjelang pergantian tahun. Sementara pencairan PKH seharusnya dilakukan sebelum pertengahan tahun. Albar menyadari perubahan aturan juga menjadi kendala. Seperti berubahnya distribusi bantuan tunai menjadi nontunai.

Namun untuk Masalembu sudah tidak wajar. Sebab, selama satu tahun tidak pernah direalisasikan. Bahkan, penerima bantuan tidak pernah menerima rekening pencairan.

Kepala Dinas Sosial Sumenep Akh. Aminullah mengaku sudah berkali-kali melakukan koordinasi, bahkan menyurati Bank Mandiri. Namun, pihak bank belum melakukan pencairan. ”Kami sudah berusaha mendesak pihak bank. Namun mereka janji-janji terus untuk segera mencairkan bantuan,” ungkapnya. 

(mr/fat/luq/bas/JPR)