Pj Gubernur Sulsel Geram, Kutuk Pelaku Percobaan Pembakaran Gereja | JawaPos.com

Pj Gubernur Sulsel Geram, Kutuk Pelaku Percobaan Pembakaran Gereja | JawaPos.com



JawaPos.com – Penjabat sementara (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Soni Sumarsono geram, setelah mengetahui peristiwa percobaan pembakaran Gereja Toraja, Jemaat Masale, di Jalan Adhyaksa Baru, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, kota Makassar, Selasa (21/8) pagi. 


Membakar gereja menurutnya adalah gerakan yang hanya berusaha untuk memprovokasi, memecah kesatuan dan persatuan yang selama ini diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam skala Indonesia, Sulsel, khususnya di Kota Makassar.





“Bangsa ini akan mengutuk, saya secara pribadi bahkan, terhadap akitifitas membakar, tempat ibadah apapun, mau gereja, mau masjid, mau pura dan hal-hal lain yang seperti itu,” tegas Sumarsono di Makassar, Selasa (21/8). 



Diduga kuat tersangka mencoba melakukan pencurian di dalam gereja. Namun aksi itu gagal setelah tersangka mengetahui bahwa dirinya terekam closed camera television (CCTV) gereja. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)


Indonesia lanjut Sumarsono, merupakan negara berbhineka tunggal ika. Apapun suku, ras, agama dan latar belakang, wajib saling menghormati dan menghargai. “Fakta kita hidup dalam perbedaan, bangun persatuan dan kesatuan dalam perbedaan. Pertentangan sangat tidak produktif untuk Indonesia,” terangnya. 


Sumarsono berharap, kejadian serupa tak terulang kembali. Pelaku pun harus dihukum setimpal dengan perbuatannya. Pihak kepolisian sebelumnya melakukan penangkapan terhadap tersangka pelemparan bensin hingga percobaan pembakaran di Gereja, sekitar pukul 05.00 WITA.


Tersangka bernama Jampardi, 18, ditangkap tak lama setelah mencoba melakukan percobaan pembakaran dengan melemparkan botol berisi bensin di tepi pintu luar gereja. Tersangka sendiri merupakan warga yang diketahui tinggal tak jauh dari lokasi gereja. 


Kaporlestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar mengungkapkan, diduga kuat tersangka mencoba melakukan pencurian di dalam gereja. Namun aksi itu gagal setelah tersangka mengetahui bahwa dirinya terekam closed camera television (CCTV) gereja. 


“Namun karena tersangka ini lihat CCTV makanya tersangka ini jengkel dan diakhiri dengan pembakaran di pojok sebelah kanan posisi gereja,” terang Irwan usai penangkapan terhadap tersangka, di Jalan Adhyaksa Baru, Selasa (21/8). 


Irwan menyebut alat bukti yang ditemukan  dari tersangka saat melakukan pembakaran, adalah bensin yang dimasukan di dalam botol jenis minuman kemasan. 


“Ini bukan teror. Ini adalah upaya pencurian yang dilakukan oleh tersangka. Dimana kita ketahui bahwa tersangka ini memang residivis pencurian dan cukup meresahkan warga di sekitar wilayah ini,” tegas Irwan. 


Catatan kepolisian, tersangka lanjut Anwar pernah menjalani masa hukuman karena kasus pencurian. Di lingkungan tempat tinggalnya, tersangka dikenal cukup meresahkan. “Tersangka juga ini mengaku sangat kesal sekali, karena setiap mau masuk mencuri, selalu ketahuan,” tambahnya. 


Saat ini, tersangka sementara diamankan di Mako Poltestabes Makassar, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.



(rul/JPC)