PIONIR IX Resmi Dibuka, Rektor UIN Malang: Maskot Kami Singa Muda Bukan Singo Edan

KOTA MALANG – Sebelum ceremony peresmian pembukaan PIONIR (Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset) IX dibuka Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin secara resmi, Rektor UIN (Universitas Islam Negeri) menyampaikan sambutannya dihadapan 3292 atlet. Ia menjelaskan bahwa tahun ini, PIONIR IX mengangkat maskot seekor singa dangan ikat kepala dan membawa obor cerminan semangat sportivitas.

“Kami mengangkat maskot singa muda, bukan singo edan. Maskot ini simbol keberanian dan kemandirian,” tegasnya dalam pidato itu.

Diikuti dengan jargon spirit of unity, PIONIR IX ingin mempersatukan seluruh mahasiswa yakni 58 PTKIN yang terlibat dalam acara ini. Ia berharap mahasiswa daerah lain dapat saling memberi manfaat. Ia juga mengingatkan agar para peserta menikmati budaya dan kuliner khas Malang dikesempatan itu.

“Ini tempat strategis untuk karya dan unjuk prestasi. Siapapun dari manapun atlet dan seniman yang bertanding adalah anak-anak terpilih dengan seleksi yang ketat. Mahasiswa PTKIN tak ketinggalan dengan PTN. Ini tercermin dari sportivitas yang dibuai atlet dan officialnya,” papar Haris.

Usai menyampaikan sambutannya acara dilanjutkan dengan sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Meski sempat mengaku stres karena takut tak bisa datang pada acara hari ini, namun nyatanya ia sukses datang tepat waktu. Disambut ribuan mahasiswa Menag melakukan prosesi penyerahan piala bergilir dan memencet tombol tanda kompetisi 2 tahunan ini dibuka didampingi Rektor UIN Malang dan jajaran lain.



“Saya sempat stres takut nggak bisa datang. Pukul 15.02 setelah arahan Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas saya langsung berangkat ke sini. Saya takut dimarahi mahasiswa PTKIN se-Indonesia,” cerita menteri berkacamata ini.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia