Pintu Ditutup, Suporter Keluhkan Jauhnya Akses Hall Basket

Pintu Ditutup, Suporter Keluhkan Jauhnya Akses Hall Basket - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Banyak supporter ajang test even cabang olahraga bola basket yang mengeluhkan jauhnya akses masuk ke venue Hall Basket Senayan. Keluhan ini terlontar, usai laga Indonesia kontra India yang dimenangkan oleh India 55-66.

Suporter asal Tangerang, Bobby Ginan menjelaskan dirinya kerap menyaksikan laga basket di Senayan. Dia juga kerap berlatih bersama rekan-rekannya semasa masih menempuh jenjang kuliah di Hall Basket Senayan sebelum direnovasi.

Namun, kali ini dia merasaka ada yang berbeda. Tak seperti biasanya, akses masuk ke hall basket dibuat memutar dan menjadikan banyak suportert basket harus rela berjalan kaki sejauh hampir 1 km untuk sekadar masuk karena pintu 8 kompeks Senayan ditutup.

“Saya ini biasanya naik kereta, dari stasiun Pal Merah jalan kaki masuk di pintu 8 langsung hall basket, itu dekat. Sekarang kok malah diputar, harus lewat pintu yang di tengah sana, jalan muter balik lagi, jauh banget, nggak pinter ini penyelenggaranya, dikira semua pakai kendaraan, pakai mobil kali ya,” katanya dengan kesal.



Saat JPNN mencoba berjalan kaki ke stasiun seperti yang dilakukan Bobby, memang terasa jarak yang sangat jauh. Bahkan, jarak tempuh yang harus dilalui, sama dengan berjalan kaki pulang pergi dari pintu 8 kompleks GBK ke stasiun Palmerah.

“Ini nggak benar, harusnya kan energy suporter itu habis buat dukung di lapangan. Ini masuk aja diputar-putar. Payah ini panitianya, buat apa ada pintu yang dekat kalau diputar. Harusnya kenyamanan orang yang ingin nonton diperhatikan, bangun pakai uang rakyat, kenyamanan rakyatnya diabaikan namanya ini,” tegas Alvin Albertus, rekan Bobby yang juga datang dari Tangerang.

Erick Thohir, Ketua Inasgoc sebelumnya beralasan bahwa untuk kelas multi event tidak semua pintu dibuka, dan hanya satu pintu akses memang yang dibuka. Tapi, pengalaman JPNN saat meliput Asian Games Incheon, Korea Selatan pada 2014 lalu, saat masuk ke kompleks, selalu ada pintu alternatif yang dibuka khusus bagi akses pejalan kaki. (dkk/jpnn)