Pimpinan Baru Perhutani Ditarget Rp 27 M

Karena potensi sumber daya alam yang melimpah di Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang, membuat Perhutani KPH Malang diandalkan pemerintah pusat dalam meraup pundi-pundi pendapatan. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan hutan, beberapa tahun terakhir mereka fokus mengembangkan usaha di bidang pariwisata.

MALANG KOTA – Karena potensi sumber daya alam yang melimpah di Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang, membuat Perhutani KPH Malang diandalkan pemerintah pusat dalam meraup pundi-pundi pendapatan. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan hutan, beberapa tahun terakhir mereka fokus mengembangkan usaha di bidang pariwisata.

Di bawah kepemimpinan Arif Herlambang, ada 78 titik lokasi wisata yang telah dibuka. Terdiri dari berbagai jenis varian wisata. Ada pantai, coban, hingga wisata minat khusus.

Kemarin (22/1), masa kepemimpinan Arif berakhir. Dia ”naik jabatan” menjadi expert eco wisata Direksi Perhutani Jakarta. Posisinya digantikan Errik Alberto, yang sebelumnya berposisi sebagai expert pengembangan sistem Direksi Perhutani Jakarta. Acara perpisahan dilangsungkan kemarin (22/1) di kantor Perhutani KPH Malang.

Di nakhoda yang baru, mereka tetap mendapat target tinggi. ”Untuk tahun 2018, Perhutani Malang mendapat target Rp 27 miliar. Itu dari wisata saja,” terang Arif Herlambang kemarin.

Di bawah komandonya, pendapatan yang didapat dari sektor wisata memang terus meningkat. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Pada 2015 lalu, Perhutani mendapat Rp 5 miliar dari sektor wisata. Tahun berikutnya, angkanya melonjak menjadi Rp 10 miliar. Sementara pada tahun lalu, pendapatan yang dibukukan sebanyak Rp 20,7 miliar. ”Capaian itu menjadi (pendapatan Perhutani) yang tertinggi di Jawa dan Madura,” sambung Arif.



Karena tren yang meningkat itulah, target yang dicanangkan untuk tahun ini cukup besar. Arif optimistis penggantinya mampu melanjutkan tren yang positif. ”Untuk mengembangkan wisata, saran saya hanya dua: kebersihan dan pelayanan. Itu yang harus diperhatikan,” katanya.

Dari pemetaan yang dia lakukan, total ada 132 titik wisata di area pengelolaan Perhutani yang bisa dibuka. Sejauh ini, sudah ada 78 lokasi yang dibuka. Artinya, masih ada 54 titik yang berpotensi untuk dikembangkan.

Sementara itu, Errik Alberto mengaku menyambut tugas barunya dengan optimisme. Sejumlah ancang-ancang telah dia siapkan. ”Strategi yang saya siapkan, nanti setiap lokasi wisata juga harus bisa mengiklankan objek wisata lainnya,” terang pria asal Palembang tersebut.

Secara over all, ia menyebut telah mendapat target pendapatan Rp 55 miliar di tahun ini. Separuhnya memang berasal dari sektor wisata. Lainnya, seperti penjualan getah pohon. ”KPH Malang termasuk dalam kategori menengah di Jawa Timur, yang lebih tinggi mendapat target seperti Jember dan Banyuwangi,” tutupnya.

Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Mulya