Pilrek UI Jaring 21 Nama, Rektor UMB Disorot

JawaPos.com –  Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor Universitas Indonesia (P3CR UI) telah menjaring 21 nama untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Pasalnya, pada 2 September 2019 nanti, panitia dijadwalkan sudah harus melakukan penyaringan untuk diseleksi kembali oleh Panitia Khusus Pemilihan Rektor Universitas Indonesia (Pansus Pilrek UI).

21 nama bakal calon rektor UI itu diharapkan mampu memenuhi kualitas dan kapasitas untuk membawa UI mampu bersaing di level global yang lebih tinggi lagi. Itu ditegaskan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani. Menurutnya, kualitas dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia akan menentukan kekuatan bangsa ini dalam persaingan tenaga kerja internasional.

“Lulusan perguruan tinggi nasional harus siap kerja dan memiliki kualitas di atas rata-rata agar tidak tergerus oleh tenaga kerja asing,” ujar Hariyadi Sukamdani kepada wartawan saat menyikapi pemilihan Rektor UI.

Menurut Hariyadi, UI merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, yang menjadi barometer bagi perguruan tinggi lainnya. Karena itu, rektor UI yang baru perlu memiliki mindset terbuka.



“Terbuka dengan persaiangan global dan siap menjadi anak didiknya sebagai mahasiswa yang siap bertarung,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) Cris Kuntadi. Menurutnya, UI memerlukan figur rektor baru yang berpengalaman, paham seluk beluk kampus dan memiliki jiwa kewirausahaan dan memahami tata kelola yang baik.

“Pengalaman mengelola kampus menjadi penting karena figur tersebut akan langsung tancap gas untuk memajukan kampus UI,” paparnya.

Selain itu, pemahaman terhadap proses bisnis kampus juga tidak kalah pentingnya, agar tidak terjadi kesalahan fatal karena hanya mengandalkan informasi yang kurang akurat.

“Jadi si figur itu paham apa yang bisa dan boleh dilakukan dan jangan dikerjakan,” ujar Cris yang juga merupakan Staf Ahli Menteri Perhubungan itu.

Diketahui, salah satu calon Rektor UI yang telah berhasil melewati seleksi berkas dan verifikasi, yaitu Dr. Arissetyanto Nugroho yang merupakan Rektor Universitas Mercu Buana selama dua periode.

Dalam hal ini, Cris Kuntadi sepakat mengenai kepantasan Arissetyanto menduduki jabatan rektor UI baru untuk masa bakti 2019-2024. Itu diungkapkan berdasarkan pengalamannya bekerjasama.

Arissetyanto merupakan Alumni Fakultas Teknik UI dan berkarir di UMB hingga membuat kebijakan mewajibkan mahasiswa untuk memiliki setidaknya satu sertifikasi kompetensi. Dan ini harus dimiliki mahasiswa sebelum lulus S-1. Untuk keperluan itu, UMB kemudian membangun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas tahun 2016.