Pilpres Selesai, Maskhun Tunaikan Nazar Jalan Kaki dari OKI ke Jakarta

JawaPos.com – Kontestasi Pilpres 2019 sudah selesai. Presiden terpilih pun sudah ditetapkan. Ternyata di balik tuntasnya pesta demokrasi itu terdapat sejumlah warga yang bernazar. Mereka bakal menjalankan sesuatu setelah pemilihan lima tahunan selesai.

Sebagaimana yang dilakoni Maskhun Hidayat, 48. Warga Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Kemiring Ilir (OKI), Sumatera Selatan, itu bernazar jalan kaki dari tempat tinggalnya di OKI ke Jakarta. Semua itu sudah dia tunaikan dengan baik.

Perjalanannya dimulai dari Minggu (30/6) dan tiba di Jakarta pada Rabu (17/7). Perjalanan Maskhun waktu itu dilepas oleh sesama anggota Banser. Titik tujuannya ke Kantor GP Ansor, PBNU di Kramat Raya dan Istana Negara Jakarta.

Setelah menuntaskan nazar jalan kaki itu Maskhun mengaku sudah bertemu dengan cawapres terpilih KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Rabu (17/7). Terakhir, Maskhun bertemu dengan dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Pertemuan dengan Yaqut Cholil Qoumas karena Maskhun anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).



“Nazar ini sebagai ungkapan syukur atas terpilihnya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres. Saya bahagia sudah dapat mewujudkannya. Semoga Presiden dan Wapres terpilih dapat mengayomi, melindungi semua golongan,” ungkapnya, di kantor PP GP Ansor Jakarta, Minggu (21/7) siang.

Pertemuan dengan Yaqut Cholil Qoumas baru berlangsung Minggu (21/7) karena ketua umum GP Ansor itu pekan lalu tengah berada di Mesir.

Sementara itu, Gus Yaqut–begitu Yaqut Cholil Qoumas disapa, menyatakan kekagumannya atas tekad Maskhun menunaikan nazar tersebut.

“Ini bukan soal jalan kakinya. Ini lebih karena tekad yang kuat, keikhlasan, dan niat yang luar biasa. Kalau tidak punya tekad, ikhlasan, dan niat, nazar ini tidak akan terwujud,” kata Gus Yaqut.

Menurut dia, nazar dari Maskhun ini memiliki pesan tersirat yang harus ditangkap semua komponen bangsa. Yakni pertarungan politik tak seharusnya mencerai beraikan warga bangsa.

“Kita ini sejak dari dulu hidup dalam perbedaan itu sudah biasa. Masak hanya karena beda pilihan politik lantas pecah. Tidak boleh. Mari hidup bersama kembali dalam keberagaman, berbeda-beda tapi tetap satu untuk Indonesia,” ucap Gus Yaqut.

“Saatnya bersama membangun Indonesia dalam harmoni. Untuk itu mari kita jaga Indonesia dari segala potensi yang akan memecah belah bangsa. Ansor dan Banser akan selalu teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran. Jangan takut kepada cacian, bulian. Asal semua atas restu para kiai, jalan saja,” ujarnya.