Pilot Lion Air Terancam Pasal Penganiayaan

JawaPos.com – Pemukulan terhadap roomboy hotel oleh oknum pilot Lion Air berinisial AG berbuntut. Korban bernama Rofik akhirnya membuat laporan polisi. AG terancam pasal penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Harapantua Simarmata menyebutkan, laporan diterima di SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) Jumat malam (3/5). “Langsung diambil visum oleh petugas,” ujar Leo di Mapolrestabes Surabaya kemarin (4/5).

Leo menambahkan, anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya sejatinya melakukan penyelidikan sebelum Rofik melapor Beberapa anggota turun begitu video pemukulan kejadian pada 30 April pagi itu viral di media sosial. Dari penelusuran diketahui, lokasi kejadiannya berada di Hotel Ayola La Lisa, Jalan Raya Nginden, Kecamatan Gubeng.

Anggota unit kejahatan dan kekerasan (jatanras) sudah mengambil rekaman CCTV (closed circuit television). Terlihat jelas aksi pemukulan oleh oknum pilot berusia 29 tahun itu. Tiga tamparan dan satu pukulan. “Rekaman itu sebagai bukti petunjuk,” jelasnya.

Selain rekaman CCTV, penyidik memeriksa enam saksi, termasuk korban. Hasilnya, memang ada indikasi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan terlapor. “Itu dikuatkan hasil visum yang sudah dilakukan,” kata Leo.

Mantan Kapolres Mojokerto itu menyatakan belum menetapkan AG sebagai tersangka. Status AG masih terlapor. Yang bersangkutan belum diperiksa sama sekali. Penetapan tersangka baru diputuskan setelah pemeriksaan saksi terlapor.

Leo memastikan bahwa kasus tersebut merupakan pidana murni. Hasil gelar perkara memunculkan dua pasal yang mungkin dijeratkan. Yakni, pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. “Penerapan pasal itu nanti setelah ada tersangka. Yang jelas, dua alat bukti sudah memenuhi unsur pidananya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan terlapor sudah dijadwalkan. Rencananya, AG diperiksa sebagai saksi pertengahan bulan ini.

Sementara itu, pihak maskapai Lion Air menyebut bakal bersikap kooperatif. Pilot yang melakukan tindak pidana akan disanksi. Salah satunya, larangan terbang atau grounded selama proses penyelidikan. Jika nanti memang terbukti bersalah melanggar hukum, AG bisa diberhentikan. “Kami sudah memberikan sanksi tegas dan akan kooperatif dengan proses hukum yang berjalan,” ujar Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi kemarin (4/5).

Saat insiden pemukulan itu terjadi, kata Danang, status AG masih on duty atau dalam tugas. Dia akan melakukan penerbangan rute Surabaya-Lombok. Danang menyatakan tidak mengetahui motif pemukulan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (adi/dan/c7/ayi)