Pilkada Serentak Harus Dibungkus Kebhinekaan

Pilkada Serentak Harus Dibungkus Kebhinekaan

Sejumlah pakar hadir dalam diskusi itu. Diantaranya Ketua DPN Pergerakan Indonesia Sereida Tambunan; Kepala Departemen Sosiologi Fisip UGM Arie Sujito; Direktur Said Aqil Siroj Intitute M Imdadun Rahmat; Ketua Umum Bakomubin Pusat Ali Muchtar Ngabalin dan Tokoh Pemuda Badko HMI Sumut Muzakir Ridha.

Ketua DPN Pergerakan Indonesia Sereida Tambunan dalam kesempatan itu mengatakan, DPN PI mengajak seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan itu untuk mengawal Pilkada Serentak bahkan Pemilu 2019.
“Kita generasi muda ini juga punya cita-cita membangun bangsa, membawanya ke arah yang lebih baik dan bagaimana memerangi hoax. Semua generasi muda harus bertekad untuk mengawal pilkada dan pilpres” ujarnya, Kamis (26/4).

Dialog interaktif Pergerakan Indonesia di Hotel Danau Toba, Kamis (26/4).
(Prayugo Utomo/RADAR MALANG ONLINE)

Dalam paparannya Muzakir Ridha menjelaskan, ada degradasi demokrasi yang terus terjadi khususnya di Sumut. Ada ketidakpercayaan pada sistem yang telah ada. Adanya politik identitas, menurut Ridha juga menambah pelik demokrasi.

“Apalagi kemungkinan besar tidak percaya, karena dipilih pun tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena infrastruktur tetap rusak” ungkapnya.

Sementara itu Ali Muchtar Ngabalin mengatakan, moral seorang pemimpin yang santun menjadi modal utama dalam menentukan pilihan. “Peran mubaligh dan tokoh lintas agama dalam mengawal Pilkada ini sangat penting. Jadi Pilkada Sumut ini harus menjadi barometer Pilkada serentak tahun 2018 di Indonesia” paparnya.

Sedangkan M Imdadun Rahmat dalam diskusi itu, berbicara dari perspektif terkait apatisme masyarakat yang sudah tidak lagi merasakan manfaat Pemilu dan Pilkada. “Demokrasi menjalankan dalam mencapai tujuan tapi tidak dirasakan masyarakat. Tidak akan tujuannya tercapai jika sarannya tidak ideal,” jelasnya.

Lebih lanjut Arie Sujito mengatakan, meretas fenomena sosial menghadapi pertarungan kontestasi Pilkada itu juga perlu diperhatikan. “Jangan produksi hoax, makanya itu harus menjadi perhatian bersama bagi kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PI Sumut Ade Sandrawati Purba selaku inisiator kegiatan mengungkapkan, dialog interaktif ini sengaja digelar dalam rangka menciptakan rasa damai dalam bermasyarakat dan bernegara. Khususnya kepada masyarakat Sumut dalam menyongsong Pesta Demokrasi Pilkada Sumatera Utara tahun 2018.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat baik organisasi kepemudaan, ormas, LSM hingga insan pers untuk turut duduk bersama membahas permasalahan ini. Mengingat Pilkada menjadi sebuah ujian bagi kita untuk membuktikan kedewasaan dalam berdemokrasi agar perdamaian bangsa tetap terjaga. Karena jika ini tidak terbukti, Pilkada malah bakal menjadi pemicu hancurnya perdamaian,” tandasnya.


(pra/JPC)