Pilgub, Pengalaman Pertama 793 Warga Kota Batu

Pilgub Jabar Lebih Kompleks Ketimbang di Korea Selatan, Ini Buktinya!

KOTA BATU – Pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur 2018 bakal jadi pengalaman baru bagi 793 warga Kota Batu. Dari hasil rapat pleno daftar pemilih tetap (DPT) yang dilaksanakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Batu siang kemarin (17/4), mereka dipastikan mendapat hak politik untuk kali pertama.

Dalam rapat tersebut, dihasilkan jumlah DPT sebanyak 148.773 warga. Jumlah itu naik sedikit dibandingkan pilwali (pemilihan wali kota) Kota Batu 2017 lalu. Saat itu DPT-nya tercatat di angka 147.975 warga.

”Iya benar. Ada 793 pemilih baru,” terang Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data KPU Kota Batu Ashar Chilmi.

Sebelum meresmikan jumlah DPT terbaru, KPU sudah melaksanakan pemutakhiran data terlebih dahulu. Jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sudah dihasilkan. Data itulah yang terus dipelototi mulai 24 Maret hingga 2 April lalu. Hasilnya, tercatat ada 767 warga yang tidak memenuhi syarat untuk menyalurkan suaranya. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi itu. Seperti, warga yang belum genap berusia 17 tahun, atau ada warga yang sudah pindah domisili.

Dari hasil penentuan DPT kemarin, diketahui masih ada 1.107 warga yang belum mengantongi e-KTP.



”Namun jumlah tersebut sudah masuk di database disdukcapil (dinas kependudukan dan pencatatan sipil), dan terbukti sudah melakukan perekaman e-KTP,” sambung Ashar.

Sesuai ketentuan, 1.107 warga tersebut tetap bisa menyalurkan hak politiknya. Syaratnya hanya perlu menunjukkan bukti Suket (surat keterangan) perekaman e-KTP. Hal serupa juga berlaku untuk warga yang pindah domisili ke Kota Batu.

”Untuk pengajuan pindah hak pilih, paling lambat harus disampaikan H-3 pencoblosan,” kata dia.

Khusus untuk warga yang pindah domisili dan hanya mengantongi Suket, waktu pencoblosan sudah ditentukan KPU Kota Batu. ”Waktu nyoblosnya pukul 12.00–13.00,” tambahnya.

Selain penentuan DPT, rapat yang dihadiri tim pemenangan dari dua pasangan calon (paslon) tersebut juga menyampaikan jumlah TPS (tempat pemungutan suara) di Kota Batu. Totalnya ada 24 TPS, dengan rincian 8 di Kecamatan Batu, 9 di Kecamatan Bumiaji, dan 7 di Kecamatan Junrejo. Penetapan dua poin tersebut sudah mendapat persetujuan dari Panwaslu Kota Batu.

”KPU dan jajarannya sudah melaksanakan (pemutakhiran data) dengan baik dan sesuai prosedur,” terang Ketua Panwaslu Kota Batu Abdur Rochman.

Di sisi lain, Rochman juga mengaku bakal terus meninjau perkembangan warga yang belum mengantongi e-KTP. ”Kami akan tetap mendorong supaya warga segera mendapatkan e-KTP,” tambahnya.

Dia punya alasan kuat untuk itu, karena dalam agenda pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 nanti, seluruh warga yang berhak menyalurkan suaranya harus mengantongi e-KTP. Suket sudah tidak bisa digunakan lagi.

Pewarta : Ali Afifi
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Arief Rohman