Petugas Alun-Alun Batu “Usir” Mahasiswa Penggalang Dana

KOTA BATU – Pengelola Alun-Alun Kota Batu melarang sejumlah pihak yang memanfaatkan alun-alun untuk penggalangan dana. Karena itu bisa mengganggu kenyamanan pengunjung alun-alun.

“Kalau mau mengadakan acara harus izin dulu ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu,” kata salah satu petugas Alun-Alun Kota Batu kepada komunitas yang tidak ingin disebutkan namanya.

Komunitas yang terdiri dari lima orang mahasiswa ini pun setuju untuk hengkang dari Alun-Alun Batu hari Jumat (17/5) setelah diberi peringatan oleh Edi, 40, yang merupakan salah satu petugas Alun-Alun Batu. Setelah agak menjauh, radarmalang.id mencoba untuk menghampiri para mahasiswa ini.

“Kami jujur nggak tau lho kak,” kata salah satu anggota komunitas tersebut. “Tujuan kami menggalang dana untuk disumbangkan ke korban dampak bencana alam. Ternyata di sini (Alun-alun Batu) memang tidak boleh ada kegiatan tanpa seizin DLH Kota Batu,” tambahnya.


Petugas telah disosialisasikan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu untuk menindak tegas segala aktivitas ilegal yang tidak berizin di Alun-alun Batu.

“Selain itu, pengemis dan pengamen juga tidak boleh masuk ke area Alun-Alun Batu. Sudah ada papan peringatan di beberapa titik area Alun-Alun Batu,” jelas Edi. Papan peringatan tersebut dapat dilihat di depan lapangan parkir sebelah timur dan selatan.

Edi menambahkan, jika didapati ada pengemis dan pengamen di area Alun-Alun Batu nantinya akan dilimpahkan ke Dinas Sosial Kota Batu agar memberikan efek jera.

“Pokoknya segala aktivitas profit dan non-profit di Alun-alun Batu harus izin ke DLH Kota Batu. Nanti ada prosedur dan tata cara perizinannya” tutup dia.

Pewarta: Zulfa Izdihar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Zulfa Izdihar