Petambak Minta Tanggul Jebol Diperbaiki

JawaPos.com – Problem pelik mendera Kali Lamong. Mulai badan sungai menyempit dan dangkal, tebing longsor, hingga tanggul jebol. Banjir masih mengancam.

Tanggul itu jebol di Desa Jono, Kecamatan Cerme. Panjang jebolan sekitar 30 meter. Tingginya sampai 7 meter. Badan tanggul ambrol saat banjir melanda wilayah Cerme pada 4 Mei.

Air sungai mengalir deras, membawa jutaan ekor ikan dari tambak warga. Ratusan hektare tambak kehilangan isinya. Sapuan air bah dari tanggul itu juga merenggut nyawa dua pemuda di Jalan Raya Tambak Beras. Kedua korban, Bagus dan Nuruddin, sedang mencari ikan.

“Warga sangat berharap itu bisa ditanggul lagi,” tutur Mat Ta’i, seorang petambak Desa Jono.



Hingga kemarin, tanggul yang jebol belum diperbaiki. Minggu (12/5) warga sekitar bergotong royong membendung air di lokasi. Puluhan karung berisi tanah ditumpuk. Sisi kiri dan kanan dipasangi pagar dari batang-batang bambu.

Namun, daerah terdampak begitu luas. Upaya warga belum membuahkan hasil. Pembuatan tanggul masih gagal. Hingga kemarin, masih terlihat lubang yang menganga. Warga yang melintas harus turun ke bawah tambak.

“Kalau warga saja yang kerja, nggak mungkin bisa karena (tanggul jebol, Red) dalam,” ujar lelaki 45 tahun itu. Harus ada alat berat dari pemerintah.

Para petambak sangat berharap tanggul tersebut segera diperbaiki. Mereka akan menabur benih lagi setelah rugi besar akibat banjir. Ikan kabur entah ke mana. ”Khawatir nanti banjir lagi. Sia-sia hasil kerja kami,” ujar Sulaiman, petambak lain.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Gunawan Setijadi mengaku sudah mengetahui jebolnya tanggul itu. Dinas PU telah memberikan bantuan sementara. Yaitu, berupa pagar bambu dan material lain. Dinas PU juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ”Akan diperbaiki secara permanen oleh BBWS,” katanya.

Kasi Pelaksanaan Sumber Daya Air Dinas PUTR Andik Wijaya optimistis tanggul yang jebol tersebut akan kembali dibangun. Yang memperbaiki tentu BBWS Bengawan Solo. Itu kewenangan instansi tersebut. ”Kalau warga pasti tidak mampu. Wilayah yang jebol cukup luas,” ujarnya.

Kapan diperbaiki? Soal kepastian waktu perbaikan tanggul tersebut, Andik mengaku belum tahu. Namun, Senin (13/5) tim BBWS telah menyurvei lokasi. ”Dalam waktu dekat. Kepastian waktunya disampaikan nanti,” tutur Andik.