Peta Pilpres Malang Raya Dikuasai Tim Jokowi-Ma’ruf

MALANG KOTA – Ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) RI di Malang Raya dipastikan bakal berlangsung seru. Sebab, tiga pimpinan daerah di Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu masuk menjadi tim kampanye daerah (TKD) pemenangan Pilpres 2019. Menariknya, dari tiga pimpinan daerah tersebut, semuanya adalah dari tim pemenangan pilpres pasangan Jokowi- Ma’ruf. Mereka akan berebut pengaruh dengan para ketua partai lain pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

Peta kekuatan paslon capres nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf di Kota Batu, ada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersanding dengan Punjul Santoso yang juga menjabat sebagai wakil wali Kota Batu. Punjul yang juga politikus PDIP sama dengan Dewanti.

Sementara di Kabupaten Malang, Bupati Malang Rendra Kresna dari Partai Nasdem berduet dengan wakil bupati Malang yang juga politikus PKB H.M. Sanusi. Kemudian di Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dari Partai Golkar ber-partner dengan Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto dari PDIP. Sedangkan di kubu paslon capres nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno, untuk di Kota Malang ada Ketua DPC Kota Malang Moreno Soeprapto.

Kemudian di Kota Batu ada Ketua DPC Gerindra Kota Batu Sutrisno. Lalu, di Kabupaten Malang ada Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang Zia Ulhaq.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang baru dilantik Senin lalu (24/9) tercatat sebagai koordinator TKD Kota Malang. Meski begitu, dia sadar, satu sisi sebagai negarawan, satu sisi juga sebagai politikus.



”Saya akan menjalankan sesuai aturan,” tegasnya saat wawancara dengan Radar Malang. Dia menyatakan, dirinya saat ini mendapat kepercayaan publik untuk menjadi wakil pemimpin Kota Malang. Maka, hal tersebut menjadi tugas utama sebagai abdi negara.

Lalu, bagaimana dengan urusan politik dan kepartaian? Sebagai politikus, Edi menjelaskan jika kepentingan dan kegiatan partai itu ada waktunya. By event. Tanpa harus mencampuradukkan antara dirinya sebagai negarawan dengan dirinya sebagai seorang politikus.

”Ini kan puncak perjalanan politikus di semua level (sebagai pemimpin, Red). Maka posisi ini yang lebih utama,” terangnya.

Politikus Golkar ini menambahkan, aturan akan dia jalankan dengan semestinya. Misalnya jika harus kampanye, dia harus cuti sebagai wakil wali Kota Malang. Hanya saat ini, dia belum mendapat kabar yang pasti soal dirinya menjadi koordinator wilayah Kota Malang untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

”Nah, ini surat tertulis sebagai timses saja saya belum menerima,” tandasnya yang mengaku baru menerima informasi secara lisan tentang penunjukan tersebut.

Ketua DPRD Kota Malang (belum dilantik, Red) Bambang Heri Susanto juga sama. Kepada Radar Malang, dia malah menyatakan jika dirinya belum mendapat kabar soal pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Dia menyatakan, tidak ada informasi jika dirinya menjadi koordinator TKD di Kota Malang.

”Kok saya belum tahu ya. Lebih baik dikonfirmasi ke partai dulu,” paparnya.

Bambang hanya mengonfirmasi dirinya menjadi bagian dari tim pemenangan presiden paslon nomor 1 untuk tim Kota Malang. Namun, dia juga tidak menjadi ketua. Di tim kota, Bambang menjadi koordinator media, monitoring, dan data. ”Kalau di tim kota, saya di bagian Kominfo,” ujarnya.

Bagaimana halnya dengan Kota Batu? Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang juga koordinator TKD Kota Batu akan melakukan hal yang sama seperti saat pemenangan gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. ”Seperti yang kemarin, saat jadi tim pemenang Gus Ipul meski menang tipis, di sini kami tetap menang,” akunya
Sabtu lalu lalu (22/9). Bagi dia, setiap wilayah punya ciri khas dan keunikan tersendiri.

Jadi, pendekatan tentu akan berbeda di setiap daerah. Sebagai wali kota, Dewanti tentu mengenal masyarakat Kota Batu. Namun, sebelum menggalang dukungan untuk calon presiden nomor urut 1, dia masih menunggu arahan dari DPP PDIP.

”Program dari tim kampanye pusat untuk koordinator daerah dan saya belum tahu, masih menunggu arahan nantinya bagaimana teknisnya,” ungkap dia.

Namun, dia melanjutkan, yang pasti sekarang ini masyarakat harus diberi tahu apa yang sudah menjadi keberhasilan dari masa jabatan Presiden Joko Widodo. Sebagai koordinator daerah, juga akan menggandeng sebanyak mungkin pemilih.

”Yang terutama adalah menjaga konstituen saya,” kata istri Eddy Rumpoko tersebut. Atau massa yang sudah memilihnya dalam Pemilihan Wali Kota 2017 lalu. Jangan sampai suara tersebut lepas. Selain itu, dia melanjutkan, akan menambah dan menyasar pemilih milenial. Media sosial adalah cara yang akan digunakan untuk menyentuh pemilih muda ini.

Kemudian Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan loyalitasnya untuk memenangkan Pilpres 2019 boleh dikatakan total. Tiga jabatan sekaligus dipegang olehnya dalam formasi tim sukses pemenangan Pilpres 2019. Pertama, sebagai wakil ketua tim sukses pemenangan Pilpres 2019; kedua, koordinator TKD kota/kabupaten Malang atau daerah pemilihan di tempat saya berada; dan ketiga, sebagai ketua dewan penasihat timses.

Gerak represif telah dilakukan Rendra bersama dengan timnya dalam rangka memenangkan pasangan calon presiden koalisi Partai Nasdem. Namun demikian, Rendra mengaku bahwa dirinya tetap harus memilah-milah posisinya.

”Pada waktu bertugas sebagai timses saat saya kampanye untuk presiden maupun partai, maka saya harus melepas jabatan saya sebagai bupati,” kata Rendra saat ditemui di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (27/9). Saat sedang menggelar kampanye, Rendra berkomitmen akan cuti dari jabatannya.

”Termasuk menjaga netralitas ASN, tapi kan tetap ASN juga boleh punya pilihan,” jawabnya diplomatis.

Lantas, bagaimana dengan kesiapan dari kubu Prabowo? Untuk di Kota Malang, Wakil Ketua Bidang Hukum DPC Gerindra Kota Malang Mohammad Ula menyatakan, saat ini tim pemenangannya sedang disusun. ”Tapi, kemungkinan besar ketuanya adalah Pak Moreno (ketua DPC Kota Malang Moreno Soeprapto, Red),” kata Ula, kemarin.

Sepengetahuan dia, Moreno tidak hanya menjadi tim pemenangan di Kota Malang, tapi juga menjadi pemenangan di Malang Raya. ”Sebab, kalau Malang itu dikenalnya adalah Kota Malang,” imbuhnya.

Di tim pemenangan Malang Raya, menurut Ula, kemungkinan besar yang menduduki posisi strategis adalah ketua-ketua partai di masing-masing partai koalisi. Untuk diketahui, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno partai koalisinya adalah Partai Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.

”Tapi, untuk pastinya kami menunggu pertemuan dulu, nanti malam (tadi malam) kami baru akan bertemu,” tambahnya.

Terkait dipilihnya Moreno sebagai ”panglima tempur”, Ula tidak memberikan alasannya secara pasti. Hanya, yang jelas Moreno bisa menggaet suara milenial.

Kemudian Ketua DPC Gerindra Kota Batu Sutrisno menyatakan, untuk pemenangan akan melakukan persiapan dengan partai koalisi. ”Persiapan kami nanti bersama partai koalisi PAN, Demokrat, PKS, dan Gerindra, tinggal menyiapkan deklarasi,” ungkap dia Sabtu lalu (22/9). Sekarang ini, pria yang juga maju caleg DPRD Jawa Timur itu melanjutkan, masih menunggu waktu kesepakatan untuk deklarasi.

Mengenai strategi, Sutrisno menambahkan, nantinya akan mengikuti kesepakatan dari partai koalisi. Pihaknya juga akan menggerakkan semua mesin politik sampai tingkat bawah. ”Bagi semua kader, di daerah mereka masing-masing, kemenangan itu menjadi harga mati,” ungkap pengusaha tahu tersebut.

Kemenangan, dia melanjutkan, harus diperoleh bagi semua kader partai koalisi di daerah masing-masing. Sutrisno optimistis bisa meraih kemenangan 70 persen untuk Prabowo dan Sandi dari Kota Batu nantinya.
Kemudian Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang Zia Ulhaq menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan strategi pemenangan pasangan pilpres yang didukung oleh partainya di Kabupaten Malang.

Sebagai representasi ketokohan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Unggul Nugroho ditunjuk sebagai ketua tim sukses pemenangannya. Sementara mantan wakil bupati Malang Ahmad Subhan mengambil peran sebagai dewan penasihat tim pemenangan.

”Untuk timses kami sudah membagi wilayah dan tugas agar memberikan kabar pada masyarakat dalam rangka memenangkan pasangan calon yang diusung Gerindra,” jelas Zia.

Alih-alih menggandeng ulama maupun tokoh masyarakat, Zia menuturkan bahwa struktur tim pemenangan Prabowo-Sandi lebih didominasi dari jajaran pengurus partai koalisi. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang ini mutlak menargetkan kemenangan.

”Kami paham kalau Malang Raya ini masuk zona merah (PDIP), tapi dengan usaha keras kemungkinan 60:40-lah,” jelas pria yang juga menjabat sebagai humas tim pemenangan itu.

Selain koordinasi dengan partai koalisi di tingkat kabupaten, Zia menuturkan bahwa pihaknya juga berkomunikasi dengan para pengurus partai di tingkat provinsi.

Pewarta : Fajrus Shidiq, Aris Dwi Kuncoro, Farik Fajarwati
Editor : Dwi Lindawati
Grafis : Andhi Wira
Penyunting : Irham Thoriq, Mardi Sampurno